Archive for the 'Puisi' Category

sajak-sajak Rimba palangka

Merindui kota
Sepenggal kisah pernah kugoreskan untuk kota ini
Dengan goresan anak-anak jalanan yang tinggal
Di balik gedung bioskop tua
Aku lemparkan sekeranjang janji jika kelak aku akan kembali
Wajah-wajah dekil itu membalas dengan senyum merekah
Dari bibir-bibir sunyi yang kering belaian besi-besi tua
Sebagaimana anak-anak yang lain ceria akan baju baru
Yang dibelikan ayahnya. Continue reading ‘sajak-sajak Rimba palangka’

Advertisements

Puisi-Puisi Santri Al Furqon Terbaru

Sekali lagi para pengunjung yang budiman, anda akan kami bawa untuk sekedar menikmati karya-karya puisi santri-santri desa dari Suro Al Furqon. Tiga Puisi di halaman berikut semoga memberikan pesan-pesan moril yang penuh hikmah. selamat larut dalam dialektika puisi-puisi tersebut. Continue reading ‘Puisi-Puisi Santri Al Furqon Terbaru’

I Like With Him

Penulis puisi ini kesehariannya sebagai teman belajar santri-santri Al Furqon bersama Mba Likha. Kalau bahasa Ingris yang dipakai dalam puisi ini tiadk pas sama gramarnya mohon dimaklumi lho… Continue reading ‘I Like With Him’

Kisah Menyedihkan

Karya : Elok Faikoh

Hari-hari yang sangat menyenangkan membuatku semangat untuk hidup. Ya Alloh saya sangat bersyukur kepadaMu karena engkau telah membuat hari-hariku menjadi sangat indah. Meskipun, tak lama lagi aku akan mati. Tapi, aku selalu berdo’a agar sakit didalam tubuhku ini sembuh.

Aku sangat sedih karena aku mempunyai penyakit yang tak bisa disembuhkan. Tapi aku tetap semangat untuk hidup. Kenapa ini semua terjadi padaku. Ya Alloh apakah Kau tidak menyayangiku. Aku tidak bisa melupakan keluargaku dan orang-orang yang aku cintai. Setiap hari aku menangis karena penyakit ditubuhku ini semakin parah dan tak bisa disembuhkan lagi. Ya Alloh berikanlah aku kesempatan untuk hidup. Agar aku bisa membahagiakan orang tuaku dan orang-orang yang aku cintai.

Dekadensi

Meski belum melahirkan sastrawan dari kantung pesantren sekaliber WS Rendra. Tapi boleh juga kita mengakui kalau santri-santri pesantren alternatif Al Furqon juga punya potensi besar untuk menjadi sastrawan. buktinya silakan menyimak halaman demi halaman. Continue reading ‘Dekadensi’

Laki-laki di taman kota

By Kanindita

Tangannya bergerak mengipas api

Berharap hangat merayap sepi

Kerlip lampu menyorot wajah nelangsa

Menggurat kuat

Kapan kemiskinan terkikis

“Paling tidak bersama angin” batinya

“Atau bersama deras hujan dan jauh pergi ke laut” jeritnya

Pergi..pergi.. kemiskinan aku bosan!!

Enyah kau!!  aku jenuh!!

Tangannya bergerak mengipas api

Bergerak dan bergerak

Api membesar dan terus

Merah, semerah putus asa

Menggelegak bara

Dan, gerobak itupun memerah

Bibirnya tersenyum puas

Laki-laki tua penjual kacang godok di taman kota

Ibuku

Karya: Putri (santri AL Furqon)

Ibu

Setiap pagi kau bangunkan aku

Kau sediakan makan dan manumku

Baju yang bersih sudah menunggu

Dan senyummu selalu

Ibu

Kelak bila kujadi Ibu

Ku akan lakukan seperti Ibu

Mengerjakan segala sesuatu

Tuk kebahagiaan putra-putriku

Ibu

Tiada yang dapat kuberikan kepadamu

Tuk membalas budi baikmu

Kecuali satu

Baktiku padamu