Seni Bukan Mencotek

oleh : A.Sawaluddin

berikut adalah sebuah tulisan dari Ahmad Sawaluddin, anggota Komunitas Matabaca al-Furqon.

berhubungan dengan kreatif adalah salah satunya seni. Tapi bukan berarti kebiasaan mencontek adalah seni.
Apabila diberikan kecempatan, mungkin lebih dari 85% murid-murid di sekolah akan berusaha untuk menyontek dengan berbagai macam cara. Baik guru SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun bergumul dengan masalah ini yang tampaknya semakin merajalela di kalangan pelajar kita.
Sampai sekarang, baik cara hukuman maupun pencegahan yang telah diuji coba oleh guru-guru untuk menghilangkan kebiasaan mencontek belum sepenuhnya berhasil. Masalah itu ternyata berlangsung di mana-mana, dan juga diberbagai sekolah. Bukan hanya itu hal ini kerap terjadi di mana saja, kapan saja, siapa saja, tetapi bukan teh botol sosro.
Apabila sedang ada ulangan, sebenarnya bapak atau ibu guru sudah engawasi siswa. Namun, ada beberapa siswa yang biasanya mengawasi bapak ibu guru.ya untuk apa@$%^&*????? Ya jelas untuk mencontek. Nah! Hal ini bukan berarti untuk dimengerti tetapi kebiasaan mencontek ini harus bisa DIHILANGKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Saya pun mengerti kalau memang ini sulit di hilangkan. Saya merasakan hal ini tentunya karena saya masih siswa. Tetapi apabila tidak dapat dihilangkan pada para siswa, hal ini mestinya bias dikurangi.
Nah!!!!Mengerti kan????????

0 Responses to “Seni Bukan Mencotek”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: