Belajar bersabar dengan anak-anak

Seberapa jauhkah kesabaran kita dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini. Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam hati kecil kita. Ditengah keadaan yang serba moderen ini dituntut untuk cepat dan tepat sasaran. Keinginan untuk cepat tercapai adalah naluri manusia yang terbungkus dalam sebuah nafsu. Tanpa adanya nafsu maka bisa dikatakan manusia itu telah “ Mati “. Namun adanya nafsu baik ( Mutmainnah ) yang mendorong untuk tercapainya suatu keinginan haruslah dibarengi dengan adanya kesabaran sehingga tujuan yang kita inginkan benar-benar maksimal. Sebesar apapun keinginan yang ada dalam hati bahkan hingga hati kita meledak adalah suatu impian yang sia-sia jika tidak ada kesabaran dalam hati kita.

Beberapa kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Mata Baca Al-Furqon dengan melibatkan anak-anak ternyata telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami dalam menemani mereka belajar. Sebuah cita-cita yang kami harapkan kepada mereka ( anak-anak ) kelak adalah suatu penantian yang sangat panjang dan mereka telah mengajarkan jika sabar adalah kunci utama jika kami memberikan harapan dan sebuah cita-cita yang besar kepada generasi kami selanjutnya.

Setiap malam Komunitas ini selalu dipenuhi dengan suara-suara, teriakan mereka ( anak-anak ) yang kadang membuat kami marah. Peringatan yang sering kami sampaikan dengan sepenuh hati akan hilang pada malam berikutnya. Mungkin ini yang dinamakan dengan dunia anak-anak. Itu yang terkadang kita lupakan tidak mau menengok ke masa kecil kita sebagi cermin pada masa sekarang.

Asih yang senang tertawa, Davi dengan suaranya yang lantang dan keras, Lala yang pendiam, Yuni yang pemalu adalah bagian dari sebuah komunitas yang sedang kita bangun menuju pada sebuah perubahan yang lebih baik. Tidak lupa dengan Putri dan Desi kakak beradik yang tomboi adalah sebagai sebuah jawaban jika kita ingin belajar bersabar salah satunya adalah menemani anak-anak belajar.

Kita akan menjadi tahu dimana saatnya kita harus bersabar kapan kita melarang mereka atau bahkan memarahi mereka.

Ada-ada saja mereka yang selalu godain Via karena plegak-pleguk dalam membaca Al-Qur’an hingga marah, bukanlah suatu keadaan yang tidak bisa menciptkan suasana bahagia. Namun dari situlah kepolosan mereka keluar dalam bentuk yang sesungguhnya yang akhirnya mereka berbaikan kembali sembari menggandengkan jari kelingking mereka. kelak anak-anak seperti merekalah yang akan menggantikan tongkat estafet kita sekarang.

Meskipun berada dalam keadaan pas-pasan namun semangat anak-anak ini untuk belajar mengaji dan bermain bersama membara didalam hati mereka.

1 Response to “Belajar bersabar dengan anak-anak”


  1. 1 dariman February 1, 2009 at 8:13 am

    Ingatlah kawan. Bersyukurlah anda yang masih bisa bergaul dan berkomunikasi dengan orang yang jauh dibawah umuran anda (anak-anak).

    Perlu diketahui, dalam bergaul dengan anak-anak, bahwa didalam pergaulan tersebut banyak sekali inspirasi-inspirasi yang jarang kita dapatkan dalam kehidupan kita sendiri (orang dewasa). Jika kita perhatikan, disetiap gerak, celotehan, canda, dan tawa mereka pasti menelorkan ide-ide yang cemerlang.

    Sebagai contoh, seperti yang disampaikan anda dalam tulisan diatas. “Belajar bersabar dengan anak-anak” Sebenarnya bukan hanya belajar bersabar dengan anak, tapi kita belajar dengan diri kita sendiri. Hanya, pas kebetulan anda berbenturan dengan anak-anak, coba jika tidak ?

    Dan bukan hanya sebatas itu, silahkan saja anda perhatikan selama anad bergaul dengan anak-anak. Pasti banyak hal yang anda dapatkan.

    Jadi, jika anda di Komunitas Al-Furqon sebagai guru, maka anda juga harus mengakui bahwa anda juga sebagai murid.

    Terimakasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: