Hari ini Ngomongin Taqwa?

Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh sang Imam. Dan yang pasti kata-kata bertaqwa yang sering ducapkan oleh imam adalah “ Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa”.

Ataupun disetiap pengajian baik itu tingkat kecil ( Desa ) hingga tingkatan yang lebih besar ( Negara ) bahkan setiap upacarapun kita dianjurkan untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kata Taqwa memang sudah menjadi ajakan yang wajib bagi seorang imam, kyai, pejabat, presiden ikut-ikutan ngomong tentang ajakan untuk bertaqwa. Bahkan anak-anak kecilpun juga ikut diajarkan berbicara tentang ajakan tersebut. Bagaimana seorang da’i kecil begitu fasih menyampaikan kepada pemirsa untuk selalu bertaqwa kepada yang diatas. Dengan gayanya yang khas mengikuti salah satu da’I kondang anak tersebut benar-benar memukau penonton.

Taqwa sering kali diartikan hanya sebatas peningkatan diri untuk selalu menjalankan segala perintanhNYa dan menjauhi segala larangannya. Namun pengertian Taqwa ini kerap kali diartikan sebatas menjalankan ibadah Mahdloh belaka atau ibadah Murni seperti sholat, puasa, zakat dan Haji. Kemudian meninggalkan laranganNYa diartikan meninggalkan segala apa yang tidak diperbolehkan oleh Tuhan. Ketaqwaan kepada Tuhan belum banyak diartikan sebagai Manusia makhluk sosial. Yaitu kholifah dimuka bumi yang dengan akal dan pikirannya manusia mampu menciptkan aturan-aturan ataupun hukum sebagai batasan-batasan norma bermasyarakat.

Taqwa bukan hanya melaksanakan ibadah Makhdloh ( murni ) belaka namun sebetulnya masih banyak yang harus dijalankan oleh umat Islam dalam menjaga Islam sebagai agama yang rohmatan lila’lamin. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai kholifah ( pemimpin ) dimuka bumi. Dengan diangkatnya manusia sebagai pemimpin maka dialah yang membuat dan menentukan aturan-aturan yang berlaku dan sesuai dengan kondisi yang ada disuatu masyarakat dengan pertimbangan hukum-hukum Tuhan. Sehingga dengan adanya aturan yang diciptakan oleh manusia di bumi semakin menambah diakuinya manusia yang memiliki keinginan untuk hidup damai tanpa adanya tindakan yang merugikan satu sama lain. Hukum yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk menciptakan rasa tentram, hidup rukun antar sesama. Taqwa adalah menghormati, menghargai kepada sesama tanpa memandang suku, agama ras.

Taqwa itu memberikan pendidikan yang murah sehingga sehingga warga yang miskin bisa ikut merasakan kenikmatan dalam sebuah proses belajar bersama. Taqwa itu tidak berlebih-lebihan dalam menumpuk harta karena masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Taqwa itu pemerataan harta kekayaan Negara untuk semua masyarakat , bukan untuk daerah pusat ataupun untuk orang-orang tertentu yang memiliki kekuasaan. Taqwa itu meningkatkan kesejahteraan umat dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sehingga rakyat benar-benar merasakan hasil dari mereka membayar pajak.

Namun pada kenyataan yang terjadi kekuatan hukum yang diciptkan oleh manusia sebagai penjelmaan dari Hukum Tuhan tidak sepenuhnya dimaknai sebagai bentuk ketaqawaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap rakyat Miskin, semakin banyaknya orang-orang Miskin karena dibuat oleh sebuah sistem adalah beberapa contoh bahwa Umat Islam ( baca : Indonesia ) belum memaknai bahwa sebuah kebijakan ataupun undang-undang yang dibuat merupakan manifestasi dari Hukum Tuhan. Masih banyaknya umat Islam yang tidak patuh dengan aturan yang berlaku adalah sebuah kemunduran sebagai bangsa yang mengakui akan keberadaan Tuhan.

Dijalanan masih sering kita lihat bagaimana pengendara sepeda motor dengan melaju sepeda motornya dengan kencang tanpa memperdulikan warna merah bangjo sebagai tanda berhenti. Atau seorang kyai yang sudah tidak memperdulikan umatnya karena tersibukan agenda politik adalah sebuah cermin jika umat Islam di negeri yang mengakui ketuhanan ini tidak lagi mengakui ketaqwaan sebagai sebuah sikap yang perduli terhadap sesama. Taqwa itu bukan hanya urusan dengan Tuhan semata tapi juga urusan dengan semua makhluk yang ada dimuka bumi ini.

Premium memang sudah diturunkan, tapi bahan pokok masih tetap saja mahal. Bagaimana jika aturan ini diberlakukan karena semakin dekatnya agenda politik menuju kursi kekuasaan. Taqwa adalah membuat kebijakan tanpa memlihat sebuah situasi yang menguntungkan bagi diri sendiri. Tuhanpun tidak menyukai terhadap orang-orang yang menumpuk-numpuk harta ataupun membuat aturan yang menguntungkan diri sendiri. Karena hal itu bertentangan dengan agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.

0 Responses to “Hari ini Ngomongin Taqwa?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: