Ketika Seorang Anak Tidak Tahu

Bagaimana sebenarnya sikap orang tua atau oranmg dewasa yang tidak bisa memberikan informasi kepada anak, adik atau saudara mereka. Semakin berkembangnya dan semakin dekatnya dunia kepada anak-anak membuat segala informasi mudah diterima oleh seorang anak. Namun bagaimana jika informasi yang seharusnya di ketahui oleh anak tidak diberikan oleh orang tua atau lingkungan sekitar.

Karena tidak mengetahui informasi yang lengkap, delapan anak tertangkap di Mall Rita Pasaraya Kebumen. Mereka di tangkap oleh satpam karena di anggap telah mengambil barang tanpa di bayar. Hal itu diketahui terdeteksi melalui kamera pengintai yang dipasang di setiap ruangan.

Bagi anak-anak yang hidup di desa melihat barang-barnag bagus di Mall tentulah sangat menarik mereka untuk memilikinya. Namun mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Mereka juga tidak pernah diberitahu kalau di Mall Rita ada kamera pengintai yang siap mendeteksi siapa yang datang. Dari puhak Mall sendiri sepenuhnya belum sepenuhnya memberikan informasi yang jelas tentang sistem keamanan yang ada. Cara penangananan kepada anak yang mengambil tanpa izin pun disamakan dengan orang dewasa. Ditempatkan disebuah ruangan yang hanya cukup untuk dua orang berdiri. Delapan anak yang diambil fotonya oleh pihak Mall tentunya akan berdampak pada trauma delapan anak tersebut. Mereka akan berpikir kalau diri mereka telah diketahui oleh pihak Mall dan bagaimana juga jika suatu saat mereka kembali datang ke Mall Rita, tiga, Lima atau sepuluh tahun yang akan datang mereka akan teringat kejadian yang menimpa mereka pada saat mereka masih kecil.

Lalu bagaimana jika seorang anak berbuat asusila atau tindak pidana karena ketidak tahuan mereka akan adanya kamera pengintai di Mall. Siapa yang akan disalahkan. Anak-anak membutuhkan informasi yang lengkap dan jelas sehingga ketika mereka akan bepergian mereka sudh tahu akan hal-hal yang seharusnya dilakukan.

” Nanti kalau kamu melihat lampu merah kamu harus berhenti, warna hijau kamu boleh jalan, dan warna kuning berarti kamu harus hati-hati ya?”. seperti itu mungkin contoh yang harus diberikan kepada anak-anak, agar mereka tahu mana yang boleh dan mana yang tidak.

4 Responses to “Ketika Seorang Anak Tidak Tahu”


  1. 1 Ersis Warmansyah Abbas June 22, 2008 at 2:38 pm

    Kalau tidak tahu, benar-benar tidak tahu, menjadi pelajaran berharga. Esesnsi pendidikan bisa dikenakan, membelajarkan agar tahu.

  2. 2 Jenderal June 25, 2008 at 9:38 am

    ketika seorang anak tidak tahu….

    tapi, menurut saya orang tua pasti sudah memberikan pelajaran,…
    tidak spesifik memang,… tapi pasti mereka telah mengajari mana yang baik mana yang buruk,… apa yang boleh dan mana yang tidak boleh…

    jika bukan orang tua,…ada guru….

    lalu pa lagi…???

  3. 3 rimba June 28, 2008 at 3:51 am

    Makasih mas jenderal…..pelajaran tentang sifat baik dan buruk pasti telah diajarkan, namun terkadang orang memandang kenapa anak berbuat tidak baik, bukan pertanyaan kenapa, mengapa?……

  4. 4 pakarfisika August 9, 2008 at 6:34 am

    salam ta’aruf,

    saya bingung mau nulis bukutamu kok nggak ada embarannya, majulah masjid kita…Allahumma Amiin.

    wasalaam,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: