Titipan Dari Yang Diatas

Oleh : Rimba Alangka

Lahirnya anak dan adanya anak didunia alah sebuah anugerah sekaligus titipan buat kita semua. Semua anak yang lahir didunia ini berada dalam keadaan suci tanpa noda dan dosa. Semua anak yang lahir didunia ini tidak ada yang bodoh, mereka semua berada dalam tingkat kecerdasan yang tinggi. Karena berada dalam keadaan suci itulah mereka bisa menerima apapun yang ada disekelilingnya, keluarga, masyarakat sekitar dan kondisi lingkungan yang ada disekitar yang akan terus berkembang sesuai dengan perubahannya. Dari itu semua keluarga adalah kelompok terdekat yang berpengaruh terhadap pola piker dan perkembangan anak. Ia akan meniru terhadap apa yang ada disampingnya. Setelah keluarga anak akan beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya atau masyarakat disekitarnya.

Banyak orang tua yang tidak menyadari akan keberadaan lingkungan yang ikut membentuk karakter dan kepribadian anak. Pada saat ini semakin berkembangnya lingkungan menuju era modernisasi. Era modernisasi inilah yang tanpa bisa kita cegah terkadang telah menjadikan anak-anak pada pola hidup individualisme, hedonisme dan menikmati sesuatu dengan instan.

Keberadaan komunitas Mata Baca Al-furqon ditengah-tengah masyarakat yang plural dan mulai pada tingkat individualisme menjadikan komunitas ini mau tidak mau harus mencari segala formula ataupun bentuk baru untuk bisa mengimbanginya dengan kegiatan-kegiatan yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai.

Salah satu kegiatan tersebut adalah mewarnai gambar. Anak-anak dibebaskan untuk berimajinasi dalam permainan serta kombinasi warna. Tidak ada larangan untuk meliarkan kreatifitas mewarnai pada suatu gambar. Dengan penuh keceriaan dan canda tawa di Musholla alfurqon mereka dibebaskan dari segla formalitas yang bisa menghambat daya kreatifitas mereka. Ada yang sambil tiduran, duduk. Jongkok, tangan-tangan kecil mereka bergerak menyesuaikan arah krayon agar hasil menjadi baik.

Guna menciptakan rasa sosial kebersamaan, mereka diberikan arahan untuk saling membantu temannya yang berada dalam kesulitan. Meminjami krayon bagi yang tidak punya ataupun tidak membawa, membantu yang kesulitan dalam menentukan kombinasi warna. Dari situlah mereka akan mengerti dan memahami tentang nilai-nilai menghargai terhadap sesama dan juga terhadap hasil karya orang lain.

Setelah selesai mereka saling pasang gaya didepan kamera sambil membawa hasil karya mereka masing-masing. Mereka juga ingin berbagi kepada teman-teman didunia ini memperlihatkan karya mereka yang masih polos kekanak-kanakan dengan dunia mereka. Saatnya mereka dibebaskan dari tekanan-tekanan modernisasi yang banyak mempengaruhi terhadap daya imajinasi dan kreatifitas. Biarkan anak-anak berada dalam dunia mereka yang penuh dengan kebebasan berkreasi.

Kesemuanya ini adalah tergantung akan pendidikan yang diterapkan oleh orang tua terutama. Karena mereka yang lebih bertanggung jawab akan hal ini. Anak-anak lahir dengan kesucian. Orang tua yang akan menjadikan mereka Islam, Yahudi, Majusi ataupun yang lain. Mungkin itulah salah satu kutipan sebuah hadits. Mereka adalah titipan dari yang diatas. Sebuah amanah untuk kita jaga.

0 Responses to “Titipan Dari Yang Diatas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: