”INISIATIF LOKAL MEMBENTUK PAGUYUBAN ABANG BECAK KEMBARAN”

Betapa pentingnya alat transportasi bagi kehidupan aktivitas sehari-hari manusia.Alat transportasi juga memudahkan kita mencapai segala kebutuhan, kepentingan dan segala bentuk tanggung jawab yang lainnya.Dengan adanya alat transportasi menjadikan sesuatu yang jauh manjadi dekat, sesuatu yang sulit menjadi mudah.Seperti itulah sedikit gambaran tentang arti pentingnya alat transportasi bagi manusia.

 

Salah satunya yaitu ”becak”.Alat transportasi alternatif yang mempunyai ciri khusus, beroda tiga.Dengan joki yang di sebut dengan panggilan akrab ”abang becak”. Dari inilah kegunaan becak menjadi lebih penting, peranan sang abang becak tidak luput dari apa yang namanya rasa besar pengorbanan.Mengayuh tiada henti membawa barang yang belum tentu biasanya lebih berat dari berat tubuh mereka. Tak pernah menghiraukan panas teriknya matahari yang selalu senantiasa menyengat menyelimuti tubuhnya.Tak menghiraukan warna kulit yang mulai berubah seketika menjadi hitam dengan peluh yang semakin deras mengalir.Karena apa, karena mereka selalu setia, tanggung jawab yang di pikul untuk tetap berperan penting dalam kehidupan.

Dari cerita dan pengalaman itulah abang-abang becak desa Kembaran berinisiatif membentuk sebuah kelompok khusus abang becak yang notabenenya menetap (warga) di desa Kembaran. Di jembatani oleh Borni Kurniawan selaku aktivis LSM yang peduli dengan kondisi lokal daerah salah satunya kepada para abang becak.Dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu pukul 19.00 wib bertempat di rumah Bapak Sutrisno RT 01 Rw 01 desa Kembaran. Dengan mengundang semua abang becak desa tersebut untuk mendeklarasikan ”Paguyuban Abang Becak Desa Kembaran”.

Pada acara malam tersebut Borni selaku yang mengundang dan menjembatani terbentuknya paguyuban tersebut membuka acara dan menyampaikan prakata awal serta memaparkan bagaimana lingkup ruang musrenbang tingkat desa sampai musrenbang tingkat kabupaten.Bagaimana prosesnya dan berapa dana alokasi yang ada untuk daerah tingkat desa khususnya desa Kembaran. Acara tersebut juga membuka  bagaimana pengalaman-pengalaman yang di hadapi abang becak. Dari pengalaman pribadi untuk kebutuhan keluarga serta berbagai pengalaman yang di hadapi saat mereka mencari nafkah mengkal dan mengayuh becaknya.

” Kalau dari satpol PP belum pernah ada tindakan penggusuran, karena memang kami mencoba tertib dan tidak mengganggu lalu lintas pada saat mangkal,” kata Rahmat salah satu abang becak yang setiap harinya mangkal di perempatan Kembaran.Supri menambahkan, ” supaya  paguyuban ini bisa berjalan sesuai prosedur dan terorganisir, saya mengusulkan agar di bentuk koordinator seperti adanya ketua, wakil ketua, sekretaris serta bendahara.”

Bambang Sularso salah satu abang becak desa Kembaran mengatakan, ”akan lebih baik lagi jika pelaksanaan acara pembentukan paguyuban ini setelah pilkades nanti.Karena situasi saat ini masih terbilang rawan untuk membuat suatu acara apa saja, apalagi yang berkaitan dengan kelompok. Banyak yang mengira acara ini adalah sebagian dari bentuk strategi salah satu calon kepala desa.” Atas isu tersebut Borni dan forum menyepakati bahwa keberadaan paguyuban menduduki posisi yang penting dalam sistem perencanaan dan penganggaran baik di tingkat desa maupun daerah. Jadi kebutuhan jangka panjangnya bukan sekedar bagaimana masyarakat menyongsong Pilkades 7 Juli nanti, paska pilkades komunitas tukang becak harus dilibatkan dalam pengelolaan program pembangunan khususnya di desa kembaran. Mak salah satu tekad dan harapan forum tersebut yakni kesediaan dan kesiapan kelompok tukang becak untuk membangun partisipasi dalam proses pembangunan di desanya yang diselenggarakan oleh pemerintahan yang baru pada pilkades putaran ke tiga ini.

Sebagai embrio lahirnya paguyuban tukang becak, pada pertemuan tersebut forum menyepakati untuk memilih Kang Supri, Lik Strisno atau akrab dipanggil Lik Surip, dan Mas Rahmat sebagai koordinator sementara. Tiga koordinator tersebut dipercaya forum untuk menyelenggarakan agenda yang kurang lebih sama dengan fokus pembahasan; pemantapan pembentukan paguyuban, muputi atau memberi nama, pembentukan struktur pengurus definitif dan juga rencana aksi atau program kegiatan paguyuban. Untuk penaset, Pak Wahyono, Pak Damiri dan Juwarno ketiban sampur menyandang predikat tersebut.(nino)  

 

0 Responses to “”INISIATIF LOKAL MEMBENTUK PAGUYUBAN ABANG BECAK KEMBARAN””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: