Balajar Menghargai Hasil Karya Lewat Melukis

lomba lukisKami kabarkan kembali kepada masyarakat dunia, kalau kami yang ada di negeri Bumidirjo, sebutan untuk Kebumen, turut meramaikan hari ultahnya Nabi Muhammad. Kali ini, masih dalam ruang lingkup peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, santri-santri Al Furqon mengadakan lomba melukis pada Minggu, 31 Maret lalu. Lomba melukis kali ini masih ditujukan bagi santri-santri yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Lomba melukis tersebut diikuti oleh 18 peserta cowok dan cewek. Santri-santri ceweknya lebih banyak ketimbang santri cowoknya.

Selepas zduhur ajang kompetisi kreasi dan kreatifitas santri itu pun dimulai. Sebelumnya santri-santri diminta untuk menyiapkan diri dengan menempati posisi sesuai dengan keinginannya. Menurut Yaya salah satu panitia, melukis itu membutuhkan suasana dan lingkungan yang membebaskan peserta. Jadi kami serahkan pada peserta. Lagi pula lomba melukis tidak sama dengan ujian masuk sekolah.

Dunia anak pun masih kental mewarnai ajang corat-coret warna diatas kertas tersebut. Keterbatasan alat pewarna seperti crayon, membuat pola interaksi saling pinjam menjadi pandangan yang menarik. Para peserta sepertinya saling mengikhlaskan manakala alat gambarnya dipinjam temennya meski barang sejenak. Memang sih sesekali ada yang menegurnya karena terlalu lama mengembalikan.

Dalam ajang melukis itu nampak sekali guratan-guratan wajah yang berbinar menunjukan keceriaan mereka meluapkan naluri seni yang mereka miliki. Gelak tawa acap kali muncul saat antar peserta sejenak saling memberi penilaian pada peserta yang lain. ”Asih kok warna burungnya hitam?” tanya Davi. Seorang anak nyeletuk seolah ngasih jawaban ”burungnya mandi aspal kali”. Sejurus kemudian Aisah pun ngleddek Davi katanya ”Emang ada kambing yang warna bulunya biru?” dengan senyum Davi menjawab, ”ya kan belum jadi”

Diluar mushola juga terlihat anak-anak dari RT lain ikut menonton perlombaan itu. Sementara ibu-ibu juga tak mau ketinggalan, meski hanya sekedar nonton , kehadirannya memberi motivasi pada anak-anak mereka yang sedang bergelut dengan warna. Bu Udin misalnya ia sangat senang karena anaknya Ocha bisa ikut melukis, dan gambarnya tergolong bagus.

Hikmah dari lomba melukis sebagaimana disampaikan Mba Likha, adalah kita akan mengetahui kecenderungan keahlian dan tingkat daya kreasi anak. Sehingga patut dijadikan referensi buat para orang tua untuk lebih memperhatikan potensi yang ada dalam diri anak-anak mereka. Dan juga menjadi pembelajaran bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya secara baik sesuai dengan keinginan dan potensi anak. Selain itu lewat lomba lukis ini mengajarkan anak untuk saling menghargai karya orang lain, sebaik dan sejelek apapun. (adlan)

0 Responses to “Balajar Menghargai Hasil Karya Lewat Melukis”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: