Ramai-ramai Lomba Lari Tempurung Kelapa

lari tempurung kelapa“Bu Guru, ini masangnya gimana sich, kok kakiku gak bisa naik tempurungnya” rengek Davi, salah satu santriwati yang mengikuti perlombaan lari tempurung. Berkali-kali kaki mungilnya mencoba menapak pada tempurung kelapa, dijepitnya tali rafia disela-sela jari kakinya sementara tangannya kuat memegang tali yang diikat ditengah batok kelapa itu. Davi adalah salah satu peserta lomba lari tempurung tingkat TK yang diadakan oleh Pesantren Alternatif Al Furqon.

Sabtu Siang (31/3) , pukul 14.00 lapangan batminton disebelah utara mushola Al Furqon telah ramai dengan canda dan tawa anak-anak santri yang sedang menyaksikan lomba lari tempurung. Sekitar 20 santri berkumpul turut menyemarakkan Lomba dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Meski panas begitu menyengat, namun semua itu tidak mengurangi kesemangatan mereka mengikuti kegiatan tersebut.

Wajah kegembiraan terpancar di wajah bocah-bocah itu. Beberapa diantara mereka ada yang mencoba berjalan diatas tempurung kelapa, meski beberapa kali harus terjatuh, dan suara gelak tawa pun ramai melihat teman mereka terjatuh dengan muka meringis menahan sedikit nyeri dikaki. Yang menarik, meski menggunakan pakaian muslim, peserta lomba yang masih anak-anak itu tidak merasa kerepotan berlari. Mereka dengan lincah saling berebut untuk jadi nomor satu.

Sebelum acara dimulai, Mba Likha dan Mba Khuri mengajak peserta untuk berdo’a terlebih dahulu agar perlombaanya berjalan lancar. Setelah usai membaca surat Al Fatihah, peserta pun mendapat pengarahan tentang tata tertib lomba. “Peserta harus berjalan atau berlari secara zig-zag dengan melewati tiga papan pembatas. Siapa yang cepat ia yang menang. Jika peserta terjatuh sebanyak 3 kali maka dianggap gugur” ujar mba Likha mengumumkan pada peserta.

Tapi, namanya juga anak-anak, meski sudah diberi pengarahan mengenai aturan lomba, banyak kejadian-kejadian lucu yang menambah segarnya suasana. Asih, misalnya, bocah ini nyaris menabrak papan pembatas karena terlalu komsentrasi pada batok nya sehingga kurang memperhatikan jalan yang sedikit berkerikil itu. Belum lagi, tabrakan maut antara Agung dan Desi sebab harus berebutan melewati papan pembatas menuju garis finis. Ya, semua ingin menjadi juara. Tapi, tak lazim bukan jika dalam sebuah perlombaan semua harus menjadi pemenang. Hanya dua juara yang dipilih, yaitu Elok Faikoh (Tingkat SD) sebagai juara pertama dan Yuni (Tingkat TK) menempati posisi kedua.

Surya mulai tenggelam, tepat perlombaan usai. Wajah ceria dari para pemenang turut membawa aura kegembiraan pada anak-anak lain sebab esok masih ada perlombaan lainnya. Siapa tahu esok aku menang lomba mewarnai atau lomba membaca Juz ‘Amma, menang lomba menghafal do’a juga boleh, begitu kata hati mereka riang. (Kanind)

 

1 Response to “Ramai-ramai Lomba Lari Tempurung Kelapa”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: