Hujan Tak Memupuskan Semangat Mereka

Hujan turun hampir sepanjang hari selama akhir pekan lalu (24-26/3). meski hujan deras, ngaji jalan terus. meski jumlah santri yang hadir tak seprti biasanya.
“payung ternyata masih menjadi sahabat yang penting tatkala hujan. kalau musim kemarau sepertinya payung tak ada gunannya”, kata Elok dengan agak malu.
satu hal yang memacu derap langkah santri-santri kecil tetap melangkahkan kakinya ke mushola tidak lain karena api semangatnya. Dan juga dukungan orang tua. demikian Yaya menuturkan. padahal, tambahnya, sebagian besar santri-santri yang mengaji itu setiap hari kalau berangkat dan pulang passti melewati pekuburuan umum. bayangkan temen-temen, sudah malam, hujan lewat kuburan lagi. saat ditanya, Eka menuturkan “kalau pas lewat depan pintu gerbang makam ya kita lari”.
di tengah-tengah hujan yang lebat biasanya orang tua-orang tua mereka juga menjemputnya. kebanyakan sih ibu-ibu mereka. tapi ada juga lho yang jemput itu bapaknya. (septi)

0 Responses to “Hujan Tak Memupuskan Semangat Mereka”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: