Musibah Akal

By Kanindita

Manusia berteriak siapa salah

Saat banjir menerjang apa saja

Manusia berebut benar saat levina menyala

Manusia saling tuding siapa salah

Pada tenggelamnya senopati

Adam Air yang aneh

Dan, Lapindo tetap angkuh di sana

Manusia berlari mengejar tak pasti

Hitam putih tak mampu membedakan

Akal menjadi hiasan

Tanpa tahu untuk apa

Manusia menjadi seonggok daging

Memakan sesama

Tanpa akal apalagi agama

0 Responses to “Musibah Akal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: