Dangir Kuburan

Kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan suatu masyarakat atau adat istiadat memang sulit untuk dihilangkan, apalagi adat tersebut berada didaerah yang jauh dari informasi yang berkembang. maka adat tersebut akan menjadi rutinitas belaka tanpa adanya suatu perubahan yang membawa kepada kemajuan.
seperti halnya adat kerigan kuburan ( bersih kuburan ) yang diadakan setiap bulan syura, menjadi kegiatan yang wajib diikuti oleh warga desa saya. Dari pegawai, petani, tukang batu sampai polisipun ikut terjun kelapangan membersihkan kuburan para leluhur mereka. namun hari itu nampak berbeda. kegiatan kerigan itu diadakan pada hari sabtu. semalam hujan turun membuat tanah-tanah becek dan tergenang air. begitu juga dengan tanah pekuburan ikut becek dan beberapa bagian tergenang oleh air.

kang Darpo berangkat pagi-pagi bersama kang Surip dan beberapa temannya yang lain. mereka bekerja sebagai tukang batu yang sedang dikontrak salah seorang warga untuk membuat rumahnya. sebelum warga yang lain berdatangan mereka sudah membersihkan  kuburan leluhur atau saudara mereka masing-masing.

mereka membersihkan rumput ilalang yang meninggi satu. Bahkan ada yang sudah setinggi satu meter. Saat mereka membersihkan  kuburan terjadilah dialog antara kang Darpo dan kang Surip.

¨ Wah enak ya kang pagi-pagi kita sudah datang membersihkan kuburan¨. kata kang Darpo sambil mencabuti rumput kecil-kecil.

“Ya iyalah kalau ini sudah selesai kita kan bisa meneruskan pekerjaan kita membangun rumah yang baru sebagian kita kerjakan. Dan lagian lebih cepat kan lebih bagus¨. Jawab kang Surip sambil melihat kepada kang Darpo yang juga melihatnya.

¨ Tapi kang seharusnya desa itu juga harus pengertian dengan penetapan hari pelaksanaan kerigan ini. kalau menurut aku, lebih baik diadakan pas hari Minggu, biar semua warga bisa ikut terjun. kalau kaya hari ini kan hanya orang-orang yang tidak pergi kekantor saja yang kerigan¨.

¨ Betul itu kang, biar orang yang kerjanya dikantor juga bisa ikut. Dan juga anak-anak yang sekolah juga bisa ikut. kalau mereka (anak-anak)  ikut kerigan secara tidak langsung kita mengajarkan kepada anak-anak cara hidup sosial. kalau bukan mereka siapa lagi yang akan meneruskan kegiatan seperti ini¨. jelas kang Surip sambil menyeka keringatnya yang membasahi dahinya.

“Kita usulkan saja ke kepala desa kalau acara kerigan ini, setiap tahunnya diadakan setiap hari minggu. Toh tidak tepat dengan tanggal syura juga tidak berdosa kok. Dan yang lebih penting lagi biar warga masyarakat bisa ikut kegiatan ini¨.

Setelah selesai membersihkan kuburan keduanya segera pulang.  keduanya melewati gerbang utama pintu masuk areal kuburan. keduanya berpapasan dengan beberapa warga yang baru datang. warga yang baru datang terlihat bengong melompong. Mereka heran dengan kang Darpo dan kang Surip yang sudah pulang duluan. Kang Darpo dan Kang Surip hanya cengar cengir sambil berkata ¨ Makanya besok lagi kalau ngadain kerigan hari Minggu saja biar yang kerja kantoran juga bisa ikut. Saya juga orang kantoran tapi bukanya semau kita ha….ha…¨

0 Responses to “Dangir Kuburan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: