Ahmad Tohari : Cara Prihatin Santri Sekarang Ya Membaca

Foto-Foto lain kegiatan peluncuran bisa dilihat disini.

Dalam suasana malam yang berselimutkan hujan rintik-rintik, ratusan orang dari berbagai lapisan dan generasi memadati arena lesehan budaya. Mulai dari anak-anak hingga orang tua dengan sabar menunggu kehadiran nara sumber yang sbelumnya telah berjanji untuk hadir di tengah-tengah mereka.

Mengawali acara tersebut dengan di pandu Manto dan Aji selaku pembawa acara, serentetan parade puisi dan drama menjadi magnet yang menghipnotis para pengunjung. Santri-santri Al Furqon menunjukan kebolehannya menampilkan hasil karyanya baik berupa puisi maupun drama. Dengan kreasi dan imaginasi mereka pertunjukan mereka mendapat sambutan hangat dari warga.

Satu pertunjukan yang mendapat tepuk tangan dan apresiasi hangat yaitu drama dengan judul Abu Nawas Masuk Kertas. Dengan pakaian dan dandan alakadarnya -tidak nyewa ke salon- mereka beraksi di panggung dengan penuh percaya diri. Motor kelompok drama tersebut masih duduk di SMP kelas satu, namanya Defrat.

Diskusi Bersama Akhmad Tohari dan KH. Nasiruddin

Dengan berbaju batik lengan panjang berkombinasi peci hitam Ahmad Tohari disambut langsung oleh panitia dan termasuk para seniman dan aktifis NGO Kebumen. Ia datang lebih awal dari pada KH. Nasirudin Al Mansur. Karena KH. Nasirudin Al mansur masih ada keperluan di Setda Kebumen terkait dengan penyambutan kedatangan jamaah haji Kebumen.

Meski dengan perasaan harap-harap cemas akhirnya kerinduan warga Kembaran pada KH. Nasirudin Al Mansur yang dulu sering menjadi pembicara pada forum-forum pengajian, akhirnya terobati. Saat keduanya menuju panggung, spontan para hadirin menyambutnya dengan bacaan sholawat nabi.

Sebelum sesi diskusi dimulai, moderator Rimba Palangka meminta Ahmad Tohari memotong tumpeng sebagai tanda peluncuran website komunitas Mata Baca Al Furqon. Potongan tumpeng diberikan kepada salah satu tokoh RT 1 Bapak Zulman Abadi. Setelah itu KH. Nasirudin Al Mansur berkenan mendoakan demi kelanggengan dan kemanfaatan dan kemaslahatan Komunitas mata Baca Al Furqon untuk masyarakat.

Menyinggung tema lesehan 1 Muharram, dalam pengantarnya KH. Nasirudin Al Mansur mengungkapkan keyakinanya bahwa cerdas adalah kunci awal keberhasilan hidup di dunia dan bekal di akhirat. Sedangkan pesantren merupakan sumber akhlakul karimah. Akhlakul karimah dalam pandangannya berbeda dengan moralitas ataupun etika. Karena pesantren mengajarkan keilmuan yang bersumber dari agama. Kitab kuning salah satu sumber referensi yang membedakannya.

Mengawali pembicaraannya pada lesehan 1 Muharram 1428 H, Ahmad Tohari mengatakan, sebenarnya dirinya tidak siap hadir karena kesibukannya. Akan tetapi karena mengingat keinginannanya untuk bersilaturahmi ia berkenan hadir. Selain itu, tambahnya, canggahnya yakni K. Bakrie berasal dari kota Kebumen. Tepatnya di Karanganyar.

Cukup singkat memang wewaler yang disampaikan Ahmad Tohari. Ia menukilkan pesan Gus Dur dalam suatu pertemuan di salah satu pesantren di Purwokerto. Pesannya yaitu bahwa santri-santri sekarang harus prihatin. Namun prihatinya tidak harus seperti santri-santri dulu yang tirakat jalan dari Yogyakarta ke Purwokerto, dari Ngadirejo ke Watu Congol. Bentuk keprihatinan yang saat ini harus dilakukan tidak lain yaitu mata baca. “Kedah katah-katah maos” nasehatnya.

Mencontohkan pada kepandaian gus Dur tidak lain karena dirinya (gus Dur) sangat kuat dalam kegiatan membaca. Satu-satunya santri yang senang baca adalah Gus Dur, imbuhnya. Masih duduk di SMP saja sudah melahap buku Das Capital karangan Karl Marx. Karenannya selain membaca kitab kuning, santri sekarang juga dituntut membca kitab-kitab putih. Dengan nada merendah, menurutnya, keberhasilan KH. Nasirudin Al Mansur menduduki jabatan Wakil Bupati juga karena membaca kitab putih. Meski pengalamannya banyak di dunia Pesantren.

Dalam pandangan Tohari gagasan membangun masyarakat baca merupakan gagasan yang luar biasa. Beberapa tokoh besar Indonesia seperti H. Agus Salim, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara meraih kedudukan terhormat tidak lain karena mereka kuat dalam membaca. KH. Agus Salim yang hanya tamatan santri mushola sukses menjadi Mentri Luar Negeri, tidak lain karena senang baca. Tokoh lain yang patut menjadi contoh yaitu KH. Abd. Wahid Hasim.

Dengan meyakinkan audien dia menengarai bahwa KH. Abd. Wahid Hasyim , kalau tidak meninggal dalam usia muda, bisa jadi ia akan menjadi Presiden. Dalam kesempatan itu Ahmad Tohari mengajak orang-orang tau santri untuk giat menyisikan uang belanjanya untuk membelikan anaknya buku.

Selain itu ia juga mengingatkan kaum muda untuk tidak merokok. Lebih baik uangnya dibelikan buku. Paling tidak setiap bulan sebenarnya para perokok bisa mengumpulkan uang sebanyak 200.000 per bulan. Dari uang sebesar itu bisa membeli buku minimal sebanyak 4 buah. Dengan nada rendah Budayawan ini mengajak hadirin membelikan anak-anaknya buku. Monggo, bapak-bapak, ibu-ibu mulai ngenjang remen numbasake putrane-putrine buku.

Terkait dengan peluncuran website, dalam acara itu beliau mengingatkan masyarakat untuk tidak gampang terkecoh dengan sajian didalamnya. Karena naluri bangsa ini masih senang hal-hal menghibur yang asik-asik saja. Sementara hal-hal yang mikir tidak begitu diminati.

Contohnya banyak kalangan muda, menggunakan fasilitas internet untuk mencari informasi-informasi seperti Maria Efa, tadasnya. Selain itu juga ia menekankan pada komunitas Mata Baca untuk lebih ketat dalam mengawal santri santri yang menggunakan akses internet.***

Foto-Foto lain kegiatan peluncuran bisa dilihat disini.

2 Responses to “Ahmad Tohari : Cara Prihatin Santri Sekarang Ya Membaca”


  1. 2 huda May 12, 2009 at 6:46 am

    salam.. Jd pgn ikutan prihatin nehh. Smoga postingan ini jd saklar bg banyak santri utk kemudian ikutan prihatin spt yg diungkap ak TohaRI.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: