Sepanjang kota

oleh: rimba

pada tiap-tiap tiang lampu dipinggir jalan

seorang wanita terpasung sambil menatapku

dengan tatapan yang menghujam dijantungku

he, laki-laki mendekatlah, lepaskan seutas tali yang melilit dileherku”.

Ia berkata kepadaku.

Dengan penuh penasaran kutatap lagi wajahnya yang penuh dengan luka

sayatan. Tak kusangka kalau ia adalah wanita kemarin malam yang menawarkan

bangunan kata-kata sebagaimana kala ia membangunnya dengan penuh hasrat dan keinginan.

Kujamahi kembali kota yang melahirkan seribu langkah mencari arah yang berbeda-beda.

Mataku tersandung panggilan seorang laki-laki menawarkan kisah tentang anaknya yang hilang dalam sebuah kerusuhan. Ia sambil membawa rangkaian bunga yang baru ia beli kemarin sore. Ia bercerita kepadaku sambil menahan tangisnya.

kebumen, 2007

0 Responses to “Sepanjang kota”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: