Lesehan Muharram 1428 H Bersama Ahmad Tohari

Komunitas Mata Baca Al-Furqon akan mengadakan acara diskusi lesehan dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1428. Lesehan dengan mengambil tema “Membangun Budaya Cerdas Berbasis Desa dan Pesantren”. Pembicara dalam sarasehan ini adalah Ahmad Tohari, budayawan asal Purwokerto, Jawa Tengah. Selain Ahmad Tohari, wakil bupati Kebumen, KH Nasiruddin Al-Mansur, juga akan hadir. Beliau akan menjadi panelis dalam diskusi tersebut. Lesehan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2006, atau 4 Muharram 1428. Acara lesehan tersebut akan dilaksanakan di utara Musholla Al-Furqon, pukul 20.00 sampai selesai.

Acara sarasehan tersebut dilakanakan untuk memperingati tahun baru Hijriah. Selain itu, acara diskusi lesehan ini juga sebagai kegiatan pertama Komunitas Mata Baca Al-Furqon. “Kami berharap acara ini bisa membuka kesadaran warga akan pentingnya aktivitas budaya membaca,” kta Rimba Palangka, koordinator Komunitas. “Dengan membaca, masyarakat akan menjadi tahu, dengan tahu masyarkat akan menjadi cerdas, dan tidak gampang dikibuli,” lanjut Rimba Palangka.

Ditanya apa maksud budaya cerdas berbasis desa dan Pesantren, Rimba menjelaskan bahwa desa itu mempunya kearifan-kearifan tersendiri, begitu juga Pesantren. Kearifan tersebut sudah hampir punah dengan hadirnya globalisasi. Padahal banyak kearifan di desa dan di Pesantren yang bisa untuk membendung dampak-dampak negatif dari globalisasi itu. Masyarakat mesti cerdas, tetapi menetapkan kearifan itu sebagai landasannya.

“Kami berharap pembicaara akan memberikan masukan. Kang Tohari dengan latarbelakang budayawan kami harap akan memberikan masukan dari sisi budaya, sementara Pak Nasiruddin, yang berawal dari Pesantren, kami harap memberikan masukan dari sisi kearifan Pesantren,” kata Rimba.

Sebelum acara diskusi, Komunitas Mata Baca Al-Furqon akan meluncurkan situs komunitas, yang diberimana al-Furqon Online. Situs tersebut beralamat di domain https://alfurqononline.wordpress.com. “Situs ini sebagai media kami, anak-anak desa, untuk mengkatakan diri kami,” lanjut Rimba.*

1 Response to “Lesehan Muharram 1428 H Bersama Ahmad Tohari”


  1. 1 zaki zarung February 20, 2008 at 2:02 pm

    ok, desa dan pesantren harus maju, but its not means that village dan boarding school is cann’t maju n pesantren itu ndeso. we must grow up together. tentu saja fi kulli birrin wa khoirin. lak gitu tho, mas rim yang caem fotonya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: