<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>al-Furqon Online</title>
	<atom:link href="http://alfurqononline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfurqononline.wordpress.com</link>
	<description>Komunits Mata Baca Al-Furqon</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jun 2011 16:55:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alfurqononline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>al-Furqon Online</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alfurqononline.wordpress.com/osd.xml" title="al-Furqon Online" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alfurqononline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Solidaritas Perempuan Kembaran Untuk Merapi</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/11/12/solidaritas-perempuan-kembaran-untuk-merapi/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/11/12/solidaritas-perempuan-kembaran-untuk-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 00:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Bencana Merapi  yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 telah menggugah rasa solidaritas dikalangan warga masyarakat untuk membantu sebagian warga yang terkena dampak erupsi  Merapi. Salah satunya adalah warga desa Kembaran Kecamatan Kebumen berinisiatif membantunya. Melalui solidaritas, perempuan kembaran mengadakan penggalangan dana kepada warga desa kembaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober bekerjasama dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=149&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Bencana Merapi  yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 telah menggugah rasa solidaritas dikalangan warga masyarakat untuk membantu sebagian warga yang terkena dampak erupsi  Merapi. Salah satunya adalah warga desa Kembaran Kecamatan Kebumen berinisiatif membantunya. Melalui solidaritas, perempuan kembaran mengadakan penggalangan dana kepada warga desa kembaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober bekerjasama dengan Komunitas Kampung Jagad Kebumen yang bekerjasama dengan posko PCNU Magelang.</p>
<p style="text-align:left;">Bantuan yang terkumpul dari warga desa Kembaran sekitar dua juta duaratus ribu rupiah dan beberapa gerdus pakaian pantas pakai. Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Magelang tepatnya di posko Ponpes Darussalam Watucongol Magelang. Dipilihnya wilayah Magelang dikarenakan untuk wilayah Jogja telah banyak mengalami penumpukan bantuan dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan fokusnya pemberitaan dari berbagai media hanya di wiliyah jogja. Sedangkan untuk daerah yang lain seperti Klaten, Boyolali, dan Magelang minim pemberitaan. Dari informasi relawan yang berada di Magelang, bahwa untuk daerah tersebut masih sangat membutuhkan bantuan.<span id="more-149"></span></p>
<p style="text-align:left;">Menurut ketua Solidaritas Perempuan Kembaran Ibu Shinto bahwa kegiatan penggalangan dana ini bertujuan untuk menggugah solidaritas warga desa Kembaran terhadap bencana yang terjadi. selain itu juga untuk memunculkan rasa empati  terhadap sesama. Selama ini rasa solidaritas diantara kita masih kurang.</p>
<p style="text-align:left;">Sehingga ketika ada bencana yang terjadi di negeri ini banyak diantara kita yang hanya memelas saja tanpa berinisiatif untuk mencoba membantu sesuai dengan kemampuan kita. Untuk itulah kegiatan ini ingin mengawali kepada warga desa Kembaran menumbuhkan rasa solidaritas diantara warga pada khususnya. Sehingga diharapkan kedepan rasa kebersamaan, kepedulian terhadap sesama menjadi sebuah budaya tersendiri di desa Kembaran tanpa pernah membeda-bedakan diantara satu dengan yang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=149&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/11/12/solidaritas-perempuan-kembaran-untuk-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelisah Remaja Dikampung sendiri</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/19/gelisah-remaja-dikampung-sendiri/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/19/gelisah-remaja-dikampung-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 16:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Raut mukanya menampakan rasa malu ketika ia berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Sudah lama memang ia tidak berkumpul dengan teman-teman sedesanya. Dan baru kali ini ia merasakan kebahagiaan bisa berkumpul dan betatap muka dengan yang lain. Awalnya ia sempat tidak akan berangkat acara halal bihalal remaja, namun hatinya tidak bisa menolak kalau sebenarnya ia membutuhkan teman-teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=144&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Raut mukanya menampakan rasa malu ketika ia berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Sudah lama memang ia tidak berkumpul dengan teman-teman sedesanya. Dan baru kali ini ia merasakan kebahagiaan bisa berkumpul dan betatap muka dengan yang lain. Awalnya ia sempat tidak akan berangkat acara halal bihalal remaja, namun hatinya tidak bisa menolak kalau sebenarnya ia membutuhkan teman-teman yang lain. Masa sama teman satu desanya ga kenal.<span id="more-144"></span></p>
<p>Itulah sebuah gambaran kegelisahan yang terjadi pada seorang remaja putri desa Kembaran yang begitu dalam. Perasaan malu yang ada pada dirinya selama ini telah menghalangi dirinya untuk berkawan dan bergaul bersama dengan remaja yang lain. Selama ini mereka (remaja ) lebih banyak berdiam diri di rumah sambil menonton layar Televisi yang acaranya cuma hiburan semata.</p>
<p>Hal inilah yang kemudian memotivasi beberapa kalangan remaja desa di Musholla al-furqon Kembaran  (SMP-SMU ) mengadakan kegiatan halal bihalal remaja. Kegiatan ini sengaja difokuskan untuk para remaja. Karena selama ini ruang kegiatan untuk remaja sangat sedikit. Sehinga diantara remaja tidak terbangun komunikasi yang baik yang pada akhirnya satu sama lain saling menutup diri serta tidak terjalin hubungan yang harmonis untuk memunculkan segala kreatifitas para remaja.</p>
<p>Beberapa kegelisahan dan juga persoalan sempat terlontar dari beberapa remaja yang merasakan bagaimana kondisi desa Kembaran saat ini sudah semakin individual yang kemudian menciptakan tidak adanya komunikasi dikalangan remaja untuk memajukan lingkungannya. Selain itu Novi remaja putri merasa perlu adanya ruang yang memberikan tempat khusus untuk mewadahi segala potensi yang dimiliki oleh remaja desa Kembaran. Selama ini peran remaja belum memiliki wadah yang tepat.</p>
<p>Namun dari acara halal bihalal remaja Musholla al-furqon telah memberikan sedikit angin segar bagi remaja desa Kembaran bahwa masih ada remaja yang masih perduli terhadap kemajuan remaja desa Kembaran. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk memajukan remaja desa Kembaran. Silahkan memberikan masukan dan sarannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=144&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/19/gelisah-remaja-dikampung-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takbir Keliling Di Desa Sendiri</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/09/takbir-keliling-di-desa-sendiri/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/09/takbir-keliling-di-desa-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 14:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menyemarakan hari raya idul fitri 1431 H pemuda desa Kembaran mengadakan pawai obor dan takbir keliling mengelilingi Desa Kembaran. Kegiatan takbir keliling ini diikuti 70 peserta dari kalangan anak-anak, remaja dan pemuda. Nampak terlihat juga beberapa ibu-ibu yang ikut serta mendampingi anak-anak mereka sambil membawa obor yang menyala-nyala. Dalam kegiatan takbir keliling ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=141&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Dalam rangka menyemarakan hari raya idul fitri 1431 H pemuda desa Kembaran mengadakan pawai obor dan takbir keliling mengelilingi Desa Kembaran. Kegiatan takbir keliling ini diikuti 70 peserta dari kalangan anak-anak, remaja dan pemuda. Nampak terlihat juga beberapa ibu-ibu yang ikut serta mendampingi anak-anak mereka sambil membawa obor yang menyala-nyala. Dalam kegiatan takbir keliling ini beberapa atraksi juga disuguhkan dari panitia. Dengan cara menyemburkan minyak tanah kearah obor yang menyala, memunculkan bara api yang besar yang membuat kekaguman orang-orang yang sedang melintasi rombongan takbir keliling tersebut.<span id="more-141"></span></p>
<p>Menurut ketua panitia Jhony al-Farisi mengungkapkan kegiatan Takbir keliling ini selain untuk memeriahkan Idul Fitri juga untuk meningkatkan rasa solidaritas diantara warga desa Kembaran. Terutama dikalangan para pemuda yang semakin tipis rasa paseduluran dan kreatifitas di desa Kembaran. Kegiatan ini juga tidak bisa lepas dari dukungan beberapa warga desa Kembaran yang memiliki rasa simpati terhadap kegiatan pemuda. Selama ini dikalangan warga desa Kembaran, pemuda hanya sering melakukan hura-hura semata tanpa memiliki kegiatan yang positif. Terbukti beberapa pemuda yang jarang kelihatan, pada malam takbiran semuanya menyatu ikut serta mensukseskan kegiatan takbir keliling ini.</p>
<p>Untuk itu tambah Jhony kegiatan ini juga untuk menunjukan bahwa pemuda yang selama ini dianggap selengekan tanpa identitas yang jelas tidaklah benar. Selain kegiatan takbir keliling, para pemuda juga telah mengadakan tadarus al-Qur&#8217;an selama bulan suci Romadlon. Kemudian ditutup dengan khotmil Qur&#8217;an.</p>
<p>Hal itu juga nampak jelas bagaimana kesadaran diantara panitia untuk melaksanakan sesuai dengan tugasnya masing-masing nampak terlihat. Bagaimana ide-ide kreatif itu muncul. Hal inilah yang sebenarnya perlu untuk diperhatikan oleh warga desa Kembaran. Sehingga kedepan pemuda Desa Kembaran semakin terarah untuk ikut serta memajukan desanya sendiri. Tambah Bagus koordinator lapangan.</p>
<p>Hanya saja dari kalangan perempaun belum memiliki kesadaran untuk ikut serta berpartisipasi dalam sebuah kegiatan. Hal ini nampak jelas bahwa hanya beberapa teman-teman perempuan yang ikut membantu mensukseskan kegiatan ini. Ketika di jalanpun banyak teman-teman perempuan yang hanya menjadi penonton semata. Ketika nanti pemuda dan pemudi sudah bisa bekerjasama, maka tidak menutup kemungkinan Desa Kembaran akan semakin terangkat baik dimata luar dengan adanya para pemuda yang memiliki kreatifitas, kredibilitas yang baik. Kata Huda dengan tampangnya yang gaul.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=141&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/09/09/takbir-keliling-di-desa-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mentradisikan Musyawarah bagi warga desa</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/02/03/mentradisikan-musyawarah-bagi-warga-desa/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/02/03/mentradisikan-musyawarah-bagi-warga-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 15:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[seorang ilmuan mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang artinya bahwa manusia tidaklah bisa menjalani kehidupan ini tanpa bantuan dari orang lain. Hal ini dikarenakan manusia menginginkan adanya perkembangan kehidupannya kearah yang lebih baik. Untuk menjalani tahap perkembangan itulah manusia sangatlan memerlukan pertolongan dari orang lain. Dalam sekala kehidupan masyarakat kecil yaitu Desa menusia hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=138&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->seorang ilmuan mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang artinya bahwa manusia tidaklah bisa menjalani kehidupan ini tanpa bantuan dari orang lain. Hal ini dikarenakan manusia menginginkan adanya perkembangan kehidupannya kearah yang lebih baik. Untuk menjalani tahap perkembangan itulah manusia sangatlan memerlukan pertolongan dari orang lain.</p>
<p>Dalam sekala kehidupan masyarakat kecil yaitu Desa menusia hidup bersama berdampingan dengan yang lain sehingga terbentuklah tatanan masyarakat yang saling berinteraksi, beradaptasi, bersinggungan satu sama lain.<span id="more-138"></span></p>
<p>Didalam berinteraksi itulah kerap kali manusia itu sendiri melakukan hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan sosial masyarakat. Sehingga memunculkan persoalan-persoalan dari yang kecil sampai yang terbesar. Jika persoalan tersebut tidak bisa dipecahkan bersama-sama maka yang akan terjadi adalah konflik antar individu yang berakibat rusaknya tatanan masyarakat sebagai bagian dari kehidupan manusia sosial.</p>
<p>Oleh karena itulah perlu adanya musyawarah bersama antar pribadi masyarakat untuk memecahkan segala persoalan yang terjadi atu paling tidak merumuskan bersama-sama membangun sebuah kehidupan desa yang damai dan tenteram.</p>
<p>Budaya-budaya para pendahulu- musyawarah- semakin terkikis oleh budaya-budaya instan dan jalan pintas yang kerap kali tidak mengandung nilai-nilai budaya musyawarah untuk mencapai mufakat. Jalan pintaslah yang dipilih karena adanya tujuan yang harus segera dicapai.. padahal dengan musyawarah inilah kita akan menemukan banyak cara untuk membangun masyarakat menuju tingkat peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dengan cara saling menghormati pendapat orang lain dengan berdasarkan keadilan.</p>
<p>Tingkat peradaban manusia yang semakin cenderus individualis dan materialistis menuntut kita untuk selalu mencari ruang-ruang sebagai ajang berkumpul bersama, bermusyawarah bersama supaya kita tidak tercerabut dari manusia sebagai makhluk sosial</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=138&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2010/02/03/mentradisikan-musyawarah-bagi-warga-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Super Market Dan sebuah Parfum</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang meyakini suatu ajaran Agama dalam hal ini Islam tidak hanya dilakukan dalam konteks keyakinan semata didalam hati. Namun lebih dari itu meyakini dengan sepenuh hati terhadap ajaran Agama yang dianut haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga Ajaran Agama itu akan semakin membumi karena telah bercampur menjadi satu dengan realita sosial yang ada dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=135&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang meyakini suatu ajaran Agama dalam hal ini Islam tidak hanya dilakukan dalam konteks keyakinan semata didalam hati. Namun lebih dari itu meyakini dengan sepenuh hati terhadap ajaran Agama yang dianut haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga Ajaran Agama itu akan semakin membumi karena telah bercampur menjadi satu dengan realita sosial yang ada dalam kehidupan manusia. Karena dalam hal ini manusia adalah Makhluk yang dibebani dengan aturan-aturan Tuhan yang diturunkan melalui agama-agama yang ada didunia ini. Sehingga ketika ajaran-ajaran Tuhan tersebut berbenturan dengan kondisi yang ada maka Tuhan itu telah hidup kembali.<span id="more-135"></span> Begitu sebaliknya. Serta ajaran-ajaran tersebut akan semakin berkembang dan bisa menjadi jawaban atas persoalan yang ada. Mungkin hal itulah yang sedang terjadi dalam diri Mad Jaiz. Orang kampung Mugiwaras mencoba untuk menerapkan segala ajaran-ajaran Tuhan yang ia yakini sebagai suatu kebenaran yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sekedar sebagai kebenaran belaka, namun lebih dari itu semua ajaran-ajaran agama yang ia yakini bisa ikut serta memecahkan persoalan hidupnya. Mad Jaiz selalu mendengarkan pengajian-pengajian dikampungnya Mugiwaras. Ada beberapa Majlis Ta’lim yang ada dikampungnya. Karena keterbatasan waktu dan tenaga hanya beberapa saja yang ia datangi Majlis Ta’limnya.  Malam itu Mad Jaiz mendatangi sebuah Musholla dikampungnya. Baru kali ini memang ia mendatangi Mushola tersebut. Menurut yang ia dengar dari beberapa tetangganya pengajian di Mushola tersebut sangat bagus entah itu karena Kyainya atau karena isi pengajiannya. Datanglah ia sendirian dengan memakai pakaian yang mlipis bin super mliwis karena sebelum berangkat bajunya itu ia seterika, meskipun dengan menggunakan seterika arang namun tidak kalah mlipisnya dengan seterika listrik yang digunakan oleh tetangganya. Ia kemudian duduk tidak jauh dari sang Kyai yang malam itu membicarakan tentang Tawar menawar harga ketika membeli menurut agama Islam. “ Islam mengajarkan dan telah memberikan ajaran yang jelas bahwa ketika membeli sesuatu haruslah ada hak bagi pembeli untuk memilih antara meneruskan atau membatalkan akad jual beli tersebut. Sehingga diantara pembeli dan penjual terdapat saling kerelaan antar satu sama lain “. Mad Jaiz mengangguk-anggukan kepalanya. Begitu ia sangat mencermatinya dan menghayatinya. Sekarang ia menjadi tahu bahwa sebenarnya adanya tawar menawar dalam jual beli itu supaya adanya kerelaan antara penjual dan pembeli sehingga barang yang dijual ataupun yang dibeli bisa diterima dalam keadaan saling kerelaan antar keduanya. Mad Jaiz pun semakin percaya, yakin, dan optimis bahwa apa yang ia lakukan selama ini sesuai dengan ajaran agama yang ia yakini. Tidak meleset sedikitpun. Beberapa hari kemudian kampung Mugiwaras yang jauh dari keramaian kota diramaikan dengan berita dari selebaran yang disebar-sebarkan dijalan-jalan hingga sampai depan rumahnya Mad Jaiz bahwa dikota telah berdiri Super Market Islami dengan ukuran yang sangat besar. Sebagai orang yang beragama mendengar kata “ Islami “ tentu sangat menggelitik hati dan pikiran Mad Jaiz untuk bisa mengunjunginya dan sekalian berbelanja disana.  Setelah melihat alamat Super Market Islami yang tertera di Selebaran kemarin, Mad Jaiz mengajak istrinya untuk berkunjung kesana. Namun karena istrinya akan mendatangi arisan ibu-ibu RT akhirnya Mad Jaiz pergi sendirian. Sebelum berangkat sang istri berpesan untuk minta dibelikan kerudung dan bedak-bedak perias wajah. Titipan sang istri dicatatnya dalam sebuah kertas kecil kosong. “ Pak jangan lupa belikan aku Kerudung warna krem lengkap dengan Parfumnya ya “. Mad Jaiz hanya mengiyakan saja. Karena ia tahu setiap kebutuhan seorang perempuan maka tidak akan lupa dengan Parfumnya. Namun ketika ia hendak melangkahkan kakinya sang istri yang sangat ia cintai memanggilnya kembali. Mad Jaiz pun memalingkan wajahnya memandang istri cantiknya. “ Ada apa bu memanggil saya lagi “. Dalam hati ia tahu kalau ada titipan yang lupa dari istrinya.  “ Ooo ya pak jangan lupa Sabun mandinya dan odolnya habis, sekalian dibelikan “. Berangkatlah Mad Jaiz dengan sepeda kumbangnya dengan bunyi derat-deritnya yang khas setiap kali ia menggenjot pedalnya.  	Sesampainya disana Mad Jaiz merasa kagum bin Takjub melihat bangunan yang tinggi dan sangat bagus. Berbeda dengan bangunan pasar yang ada didekat kampungnya yang biasa untuk berbelanja istrinya terlihat kotor dan kumuh. diparkirlah sepeda kumbangnya. Kali ini ia lebih kagum lagi dan terheran-heran karena begitu ia masuk Super Market itu ia merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya. Ia pun merasa kedinginan. 	“ Ternyata selebaran itu tidak bohong kalau Super Market ini adalah Super Market Islami “. Ucapnya didalam hati. Hal ini bisa dilihat karena semua pelayan yang ada di Super Market ini menggunakan Jilbab semua tidak ada yang terkecuali. Semakin mantaplah Mad Jaiz untuk berbelanja disini dengan berdasarkan melihat pada penampilan pelayan yang berjilbab. Ia pun segera beranjak menuju tempat bagian pakaian. Tertariklah ia dengan salah satu baju batik. Mad Jaiz pun menawar harga baju itu dengan serendah-rendahnya. Alangkah kagetnya ia ketika pelayan yang cantik menjawabnya kalau harga itu sudah pas tidak bisa ditawar lagi. Akhirnya dengan harapan untuk mengamalkan pengajian kemarin malam ia pun pergi kebagian Jilbab. Sang pelayanpun sudah menyanmbutnya dengan sebilah senyum. Kembali ia menawar harga Jilbab itu dan kembali ia harus mendengar jawaban yang sama. Ia pun memutuskan untuk pergi lagi  kebagian perlengkapan wanita. Dipilihnya salah satu parfum dengan merek luar negeri. Seperti yang tadi, Mad Jaiz pun menawar harga parfum itu. Dan untuk ketiga kalinya ia mendengar jawaban yang sama. 	“ Maaf pak harganya sudah pas tidak bisa ditawar-tawar lagi “. Kata pelayan cantik dengan pipinya yang berwarna merah sangat tebal. Mad Jaiz pun menghelai nafas dan juga menahan rasa jengkelnya karena tidak boleh ditawar. Akhirnya ia berpikir ulang antara membahagiakan istrinya dengan sebuah parfum dengan menahan jengkelnya. Diakhir pilihannya Mad Jaiz memilih untuk membeli parfum meskipun dengan berat hati karena menurutnya ini tidak sesuai dengan ajaran agama yang ia yakini. Tapi sisi lain ia ingin membahagiakan istrinya meskipun hanya dengan Parfum kecil. 	Mad Jaiz segera membayarnya dikasir. Kali ini ia semakin bertambah bingung karena saat ia menerima uang kembalian dari penjaga kasir Mad Jaiz menerima sebuah permen kecil rasa coklat. Karena merasa tidak membelinya iapun komplen kepada penjaganya. 	“ Maaf Mba saya merasa tidak membeli permen ini tapi mba malah memberikannya kepada saya”. Tanyanya heran. Sambil tersenyum manis penjaga itu menjawabnya. 	“ Bapak memang tidak membeli permen ini tapi karena dari kami tidak ada kembalian uang Lima Puluh Rupiah maka kami ganti dengan permen coklat ini pak “. Jawabnya. Karena merasa dipaksa maka ia terlihat marah dengan wajahnya yang merah padam.    “ Secara tidak langsung saya telah dipaksa untuk membeli permen coklat ini mba “. Katanya dengan nada agak tinggi.  “ Tapi Maaf pak dari kami tidak ada kembalian uang Lima Puluh Rupiahan “. Kata penjaga itu. Merasa orang-orang disekelilingnya menatap ke arahnya, Mad Jaizpun mengalah daripada harus malu didepan orang banyak hanya karana gara-gara permen coklat. Ia pun pergi keluar sambil berbicara sendiri memarahi atas kejadian itu. “ Katanya Super Market Islami tapi kok tidak boleh ada tawar menawar seperti ajaran yang ada dalam agama Islam. Ada paksaan lagi untuk membeli permen coklatnya. Lebih baik aku belanja di pasar sebelah kampung ku saja. Meskipun bangunannya jelek tapi disana aku bisa tawar menawar  dan aku bisa memperolah uang kembalian sesuai dengan harga yang ada. Kalau aku bisa menawar harga berarti aku bisa menghemat pengeluaranku setiap bulan “. Umpat Mad Jaiz sambil membawa tas keresek hitam berisi parfum milik istrinya. Meskipun pulang dengan amarahnya yang meletup-letup namun didalam hatinya ia masih menyimpan kebahagaiaan karena ia bisa membelikan titipan istrinya. sebuah parfum yang berguna untuk mempercantik wajahnya. Terbayang wajah istrinya yang terlihat cantik dengan bau badannya yang wangi karena memakai parfum yang ia beli. Mungkin malam nanti ia akan lebih tertarik untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=135&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Bukan Mencotek</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 11:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/</guid>
		<description><![CDATA[oleh : A.Sawaluddin berikut adalah sebuah tulisan dari Ahmad Sawaluddin, anggota Komunitas Matabaca al-Furqon. berhubungan dengan kreatif adalah salah satunya seni. Tapi bukan berarti kebiasaan mencontek adalah seni. Apabila diberikan kecempatan, mungkin lebih dari 85% murid-murid di sekolah akan berusaha untuk menyontek dengan berbagai macam cara. Baik guru SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=131&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : A.Sawaluddin</p>
<p style="text-align:left;">berikut adalah sebuah tulisan dari Ahmad Sawaluddin, anggota Komunitas Matabaca al-Furqon.</p>
<p style="text-align:left;">berhubungan dengan kreatif adalah salah satunya seni. Tapi bukan berarti kebiasaan mencontek adalah seni.<br />
Apabila diberikan kecempatan, mungkin lebih dari 85% murid-murid di sekolah akan berusaha untuk menyontek dengan berbagai macam cara. Baik guru SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun bergumul dengan masalah ini yang tampaknya semakin merajalela di kalangan pelajar kita.<span id="more-131"></span><br />
Sampai sekarang, baik cara hukuman maupun pencegahan yang telah diuji coba oleh guru-guru untuk menghilangkan kebiasaan mencontek belum sepenuhnya berhasil. Masalah itu ternyata berlangsung di mana-mana, dan juga diberbagai sekolah. Bukan hanya itu hal ini kerap terjadi di mana saja, kapan saja, siapa saja, tetapi bukan teh botol sosro.<br />
Apabila sedang ada ulangan, sebenarnya bapak atau ibu guru sudah engawasi siswa. Namun, ada beberapa siswa yang biasanya mengawasi bapak ibu guru.ya untuk apa@$%^&amp;*????? Ya jelas untuk mencontek. Nah! Hal ini bukan berarti untuk dimengerti tetapi kebiasaan mencontek ini harus bisa DIHILANGKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
Saya pun mengerti kalau memang ini sulit di hilangkan. Saya merasakan hal ini tentunya karena saya masih siswa. Tetapi apabila tidak dapat dihilangkan pada para siswa, hal ini mestinya bias dikurangi.<br />
Nah!!!!Mengerti kan????????</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=131&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamar Mandi pasien dan di Musholla</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Minggu kemarin seorang teman saya tergeletak disebuah rumah sakit di Kebumen. Menurut Dokter yang memeriksanya teman saya itu terkena penyakit Hepatitis. Sebuah penyakit yang menyerang organ hati manusia. Setelah saya dikabari saya langsung berangkat untuk menjenguknya. Dengan menggunakan sepeda motor saya langsung tancap gas. Maklum saja saya merasa kaget dengan berita yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=130&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Minggu kemarin seorang teman saya tergeletak disebuah rumah sakit di Kebumen. Menurut Dokter yang memeriksanya teman saya itu terkena penyakit Hepatitis. Sebuah penyakit yang menyerang organ hati manusia. Setelah saya dikabari saya langsung berangkat untuk menjenguknya. Dengan menggunakan sepeda motor saya langsung tancap gas. Maklum saja saya merasa kaget dengan berita yang saya terima. Karena beberapa hari sebelumnya saya masih bertemu dan bercanda bersama dengannya hingga larut malam. Bahkan sampai saya dan teman saya itu tidak kuat menahan rasa kantuk. Dan akhirnya kami berduapun tertidur. Kalau melihat seperti itu tidak ada tanda-tanda kalau ia memiliki penyakit<span id="more-130"></span>.<br />
	Sesampainya disana beberapa kawan-kawan dan saudara teman saya sudah berkumpul untuk sekedar menemani teman saya itu. Saya pun disambut oleh mereka seperti seorang tamu betulan padahal kami semua sudah saling mengenal. Namun cara mereka menyambut saya sungguh suatu kehormatan bagi saya. Segelas air putih dan makanan ringan tersodor dihadapan saya. Sembari menyalami mereka saya segera menemui teman saya yang sedang terbaring ditempat tidur. Karena melihat teman saya sedang tertidur pulas saya urungkan niat saya untuk menemuinya. Akhirnya saya kembali berbincang-bincang dengan teman-teman. Gelak canda tawapun mulai terdengar mengiringi obrolan ngalor ngidul yang memang terkadang hanya sebuah guyonan belaka.orang-orang disekitar kami melihat kearah kami yang mulai agak tidak terkendali dengan bahan-bahan pembicaraan kami.<br />
	Karena sangking tertawanya saya pun merasa untuk buang air kecil. “ Dimana letak kamar mandinya”. Tanya saya kepada seorang kawan didekat saya. Ia menyarankan untuk kemushola.<br />
	“ Maaf, maksud saya bukan di Musholla tapi di kamar mandinya”. Ralat nya.<br />
	“ Siapa yang akan buang hajat di Musholla kalau bisa-bisa diserang oleh FPI jika ketahuan saya buang air kecil di Musholla he.he..he…!”. jawab saya .<br />
	Kemudian saya bergegas pergi ke musholla. Maksud saya ke kamar mandi. Dari luar keadaannya Sangat bersih dan baunya juga tidak menyengat. Nampaknya tidak terlalu lama untuk menunggunya, saya pun langsung buang hajat. Dengan kondisi kamar mandi yang bersih dan baunya juga harum tidak heran jika saya betul-betul bisa menikmatinya. Setelah selesai saya langsung kembali ketempat semula, berbincang-bincang dengan teman-teman. Baru saja saya duduk seorang kawan bertanya kepada saya.<br />
	“ Bagaimana dengan buang hajatnya disana enakkan?”. Tanya kawan saya kepada saya. Mendengar pertanyaan itu saya merasa kaget. Karena dari mulai kecil hingga saya besar yang namanya buang air kecil itu ya seperti itu. Rasanya tetap lega karena menahan beban dari dalam. Plong. Kemudian saya balik Tanya kepadanya.<br />
	“ Lho memangnya kenapa dengan kamar mandinya?”. Tanya saya.<br />
	“ Soalnya kamar mandi yang digunakan untuk pasien kamar kelas ekonomi itu kotor semua. Jorok semua. Bahkan ada yang sampai kotorannya itu belum dibersihkan segala. Ada juga darah yang tercecer dipintu WC yang belum dibersihkan. Itu yang aku lihat pagi tadi. Hanya di Musholla saja yang terlihat bersih dan tidak kotor”. Jawab nya panjang lebar. Mendengar jawaban itu saya agak heran. Soalnya kamar mandi yang khusus untuk pasien kok malah kotor. Seharusnya jauh lebih bersih karena digunakan untuk orang yang sakit yang sedang butuh kenyamanan. Saya pun segera balik Tanya kepada teman saya itu.<br />
	“ Kamu tahu kenapa Kamar Mandi di Musholla itu jauh lebih bersih dari pada yang digunakan untuk pasien “. Tanya saya dengan setengah tersenyum. Kawan saya langsung geleng-geleng kepala.<br />
	“ Karena pola pikir orang-orang kita itu lebih mementingkan kamar Mandi tempat Ibadah ( Musholla ) sebagai sebuah tempat yang suci daripada yang bukan tempat ibadah yang menurut mereka kurang bernilai sisi ibadahnya. Ya kan?”. Kawan saya langsung manggut-manggut.seolah-olah membetulkan jawaban saya. Walaupun saya juga tidak tahu apakah jawaban saya itu benar atau tidak.<br />
	“ Kalau kita perhatikan, agama kita itu mengajarkan bahwa dimana-dimana itu ibadah. Demikian juga membersihkan kamar mandi untuk pasien itu ibadah jauh lebih besar pahalanya daripada di Musholla. Ya Tohhh?’  Kami pun langsung terdiam karena teman saya yang sakit memanggil saudaranya untuk minta diambilkan air minum. Annadlofatu Minal Iman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=130&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pulang Kampung</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/</guid>
		<description><![CDATA[Beberap hari yang lalu seorang warga desa Kembaran mudik kekampung halaman. Sebut saja namanya samsuri. Ia merantau ke Jakarta sekitar Lima tahun yang lalu. Dengan bermodalkan sebuah ijazah SMK, Samsuri bisa di terima disebuah Perusahaan yang berada di daerah Bekasi. Dua tahun sudah Samsuri bekerja di Bekasi selama itu ia pulang hanya setahun sekali ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=129&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberap hari yang lalu seorang warga desa Kembaran mudik kekampung halaman. Sebut saja namanya samsuri. Ia merantau ke Jakarta sekitar Lima tahun yang lalu. Dengan bermodalkan sebuah ijazah SMK, Samsuri bisa di terima disebuah Perusahaan yang berada di daerah Bekasi.<span id="more-129"></span> Dua tahun sudah Samsuri bekerja di Bekasi selama itu ia pulang hanya setahun sekali ketika libur hari raya. Nyaris Samsuri tidak pernah merasakan bagaimana perkembangan kampung halamannya.  Kalaupun pulang pada saat libur hari raya Samsuri tidak sepenuhnya bisa merasakan betul denyut nadi desanya. Maklum saja setiap kali ia pulang, samsuri hanya punya waktu sebentar untuk bisa kumpul bersama keluarga.  Ketika ia kembali ke Jakarta rasa kangennya kambuh lagi. Meskipun ia bisa menelepon lewat HP yang ia miliki namun menurutnya belum bisa mengobati rasa kangennya yang suatu saat bisa meletup-letup sendiri dan terkadang bisa meledak. Menurut Samsuri ia membutuhkan lebih dari sekedar suara keluarga. Samsuri rindu dengan  wajah  Desa tempat ia dulu pernah bermain bersama teman-temannya.  Hingga suatu saat ( seperti yang ia ceritakan ) Samsuri diajak kewarnet oleh teman satu kontrakannya. Kemudian Samsuri meminta kepada temannya untuk membuka dengan kata kunci “Kembaran “ nama kampung halamannya. Setelah ditunggu-tunggu tidak lama kemudian muncul pada layar monitor beberapa kata yang ia cari. Kedua matanya tertuju pada kata alfurqon dan langsung ia klik kata itu. Betapa tercengangnya saat ia tahu bahwa kata “alfurqon “ yang baru saja ia klik ternyata berisikan tentang desanya dan beberapa kegiatan yang ada didalamnya. Pada saat ia mudik kemarin ia bertemu dengan penulis dan mengucapkan banyak terimakasih kepada alfurqononline yang sudah mampu menghilangkan rasa kangennya kepada kampung halamannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=129&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar bersabar dengan anak-anak</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa jauhkah kesabaran kita dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini. Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam hati kecil kita. Ditengah keadaan yang serba moderen ini dituntut untuk cepat dan tepat sasaran. Keinginan untuk cepat tercapai adalah naluri manusia yang terbungkus dalam sebuah nafsu. Tanpa adanya nafsu maka bisa dikatakan manusia itu telah “ Mati “. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=125&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Seberapa jauhkah kesabaran kita dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini. Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam hati kecil kita. Ditengah keadaan yang serba moderen ini dituntut untuk cepat dan tepat sasaran. Keinginan untuk cepat tercapai adalah naluri manusia yang terbungkus dalam sebuah nafsu. Tanpa adanya nafsu maka bisa dikatakan manusia itu telah “ Mati “. Namun adanya nafsu baik ( Mutmainnah ) yang mendorong untuk tercapainya suatu keinginan haruslah dibarengi dengan adanya kesabaran sehingga tujuan yang kita inginkan benar-benar maksimal. Sebesar apapun keinginan yang ada dalam hati bahkan hingga hati kita meledak adalah suatu impian yang sia-sia jika tidak ada kesabaran dalam hati kita.<span id="more-125"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Mata Baca Al-Furqon dengan melibatkan anak-anak ternyata telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami dalam menemani mereka belajar. Sebuah cita-cita yang kami harapkan kepada mereka ( anak-anak ) kelak adalah suatu penantian yang sangat panjang dan mereka telah mengajarkan jika sabar adalah kunci utama jika kami memberikan harapan dan sebuah cita-cita yang besar kepada generasi kami selanjutnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Setiap malam Komunitas ini selalu dipenuhi dengan suara-suara, teriakan mereka ( anak-anak ) yang kadang membuat kami marah. Peringatan yang sering kami sampaikan dengan sepenuh hati akan hilang pada malam berikutnya. Mungkin ini yang dinamakan dengan dunia anak-anak. Itu yang terkadang kita lupakan tidak mau menengok ke masa kecil kita sebagi cermin pada masa sekarang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Asih yang senang tertawa, Davi dengan suaranya yang lantang dan keras, Lala yang pendiam, Yuni yang pemalu adalah bagian dari sebuah komunitas yang sedang kita bangun menuju pada sebuah perubahan yang lebih baik. Tidak lupa dengan Putri dan Desi kakak beradik yang tomboi adalah sebagai sebuah  jawaban jika kita ingin belajar bersabar salah satunya adalah menemani anak-anak belajar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kita akan menjadi tahu dimana saatnya kita harus bersabar kapan kita melarang mereka atau bahkan memarahi mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada-ada saja mereka yang selalu godain Via karena plegak-pleguk dalam membaca Al-Qur’an hingga marah, bukanlah suatu keadaan yang tidak bisa menciptkan suasana bahagia. Namun dari situlah kepolosan mereka keluar dalam bentuk yang sesungguhnya yang akhirnya mereka berbaikan kembali sembari menggandengkan jari kelingking mereka. kelak anak-anak seperti merekalah yang akan menggantikan tongkat estafet kita sekarang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Meskipun berada dalam keadaan pas-pasan namun semangat anak-anak ini untuk belajar mengaji dan bermain bersama membara didalam hati mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=125&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ini Ngomongin Taqwa?</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 12:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=121&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh sang Imam. Dan yang pasti kata-kata bertaqwa yang sering ducapkan oleh imam adalah “ Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa”.<span id="more-121"></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Ataupun disetiap pengajian baik itu tingkat kecil ( Desa ) hingga tingkatan yang lebih besar ( Negara ) bahkan setiap upacarapun kita dianjurkan untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kata Taqwa memang sudah menjadi ajakan yang wajib bagi seorang imam, kyai, pejabat, presiden ikut-ikutan ngomong tentang ajakan untuk bertaqwa. Bahkan anak-anak kecilpun juga ikut diajarkan berbicara tentang ajakan tersebut. Bagaimana seorang da’i kecil begitu fasih menyampaikan kepada pemirsa untuk selalu bertaqwa kepada yang diatas. Dengan gayanya yang khas mengikuti salah satu da’I kondang anak tersebut benar-benar memukau penonton.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa sering kali diartikan hanya sebatas peningkatan diri untuk selalu menjalankan segala perintanhNYa dan menjauhi segala larangannya. Namun pengertian Taqwa ini kerap kali diartikan sebatas menjalankan ibadah Mahdloh belaka atau ibadah Murni seperti sholat, puasa, zakat dan Haji. Kemudian meninggalkan laranganNYa diartikan meninggalkan segala apa yang tidak diperbolehkan oleh Tuhan. Ketaqwaan kepada Tuhan belum banyak diartikan sebagai Manusia makhluk sosial. Yaitu kholifah dimuka bumi yang dengan akal dan pikirannya manusia mampu menciptkan aturan-aturan ataupun hukum sebagai batasan-batasan norma bermasyarakat.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa bukan hanya melaksanakan ibadah Makhdloh ( murni ) belaka namun sebetulnya masih banyak yang harus dijalankan oleh umat Islam dalam menjaga Islam sebagai agama yang  rohmatan lila’lamin. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai kholifah ( pemimpin ) dimuka bumi. Dengan diangkatnya manusia sebagai pemimpin maka dialah yang membuat dan menentukan aturan-aturan yang berlaku dan sesuai dengan kondisi yang ada disuatu masyarakat dengan pertimbangan hukum-hukum Tuhan. Sehingga dengan adanya aturan yang diciptakan oleh manusia di bumi semakin menambah diakuinya manusia yang memiliki keinginan untuk hidup damai tanpa adanya tindakan yang merugikan satu sama lain. Hukum yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk menciptakan rasa tentram, hidup rukun antar sesama. Taqwa adalah menghormati, menghargai kepada sesama tanpa memandang suku, agama ras.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa itu memberikan pendidikan yang murah sehingga sehingga warga yang miskin bisa ikut merasakan kenikmatan dalam sebuah proses belajar bersama. Taqwa itu tidak berlebih-lebihan dalam menumpuk harta karena masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Taqwa itu pemerataan harta kekayaan Negara untuk semua masyarakat , bukan untuk daerah pusat ataupun untuk orang-orang tertentu yang memiliki kekuasaan. Taqwa itu meningkatkan kesejahteraan umat dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sehingga rakyat benar-benar merasakan hasil dari mereka membayar pajak.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Namun pada kenyataan yang terjadi kekuatan hukum yang diciptkan oleh manusia sebagai penjelmaan dari Hukum Tuhan   tidak sepenuhnya dimaknai sebagai bentuk ketaqawaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap rakyat Miskin, semakin banyaknya orang-orang Miskin karena dibuat oleh sebuah sistem adalah beberapa contoh bahwa Umat Islam ( baca : Indonesia ) belum memaknai bahwa sebuah kebijakan ataupun undang-undang yang dibuat merupakan manifestasi dari Hukum Tuhan. Masih banyaknya umat Islam yang tidak patuh dengan aturan yang berlaku adalah sebuah kemunduran sebagai bangsa yang mengakui akan keberadaan Tuhan.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Dijalanan masih sering kita lihat bagaimana pengendara sepeda motor dengan melaju sepeda motornya dengan kencang tanpa memperdulikan warna merah bangjo sebagai tanda berhenti. Atau seorang kyai yang sudah tidak memperdulikan umatnya karena tersibukan agenda politik adalah sebuah cermin jika umat Islam di negeri yang mengakui ketuhanan ini tidak lagi mengakui ketaqwaan sebagai sebuah sikap yang perduli terhadap sesama. Taqwa itu bukan hanya urusan dengan Tuhan semata tapi juga urusan dengan semua  makhluk yang ada dimuka bumi ini.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Premium memang sudah diturunkan, tapi bahan pokok masih tetap saja mahal. Bagaimana jika aturan ini diberlakukan karena semakin dekatnya agenda politik menuju kursi kekuasaan. Taqwa adalah membuat kebijakan tanpa memlihat sebuah situasi yang menguntungkan bagi diri sendiri. Tuhanpun tidak menyukai terhadap orang-orang yang menumpuk-numpuk harta ataupun membuat aturan yang menguntungkan diri sendiri. Karena hal itu bertentangan dengan agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&amp;blog=699443&amp;post=121&amp;subd=alfurqononline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
