<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>al-Furqon Online</title>
	<atom:link href="http://alfurqononline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfurqononline.wordpress.com</link>
	<description>Komunits Mata Baca Al-Furqon</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 07:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alfurqononline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bc81c81dc0a2c6e575f090588f500cc7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>al-Furqon Online</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Super Market Dan sebuah Parfum</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang meyakini suatu ajaran Agama dalam hal ini Islam tidak hanya dilakukan dalam konteks keyakinan semata didalam hati. Namun lebih dari itu meyakini dengan sepenuh hati terhadap ajaran Agama yang dianut haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga Ajaran Agama itu akan semakin membumi karena telah bercampur menjadi satu dengan realita sosial yang ada dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=135&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbicara tentang meyakini suatu ajaran Agama dalam hal ini Islam tidak hanya dilakukan dalam konteks keyakinan semata didalam hati. Namun lebih dari itu meyakini dengan sepenuh hati terhadap ajaran Agama yang dianut haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga Ajaran Agama itu akan semakin membumi karena telah bercampur menjadi satu dengan realita sosial yang ada dalam kehidupan manusia. Karena dalam hal ini manusia adalah Makhluk yang dibebani dengan aturan-aturan Tuhan yang diturunkan melalui agama-agama yang ada didunia ini. Sehingga ketika ajaran-ajaran Tuhan tersebut berbenturan dengan kondisi yang ada maka Tuhan itu telah hidup kembali.<span id="more-135"></span> Begitu sebaliknya. Serta ajaran-ajaran tersebut akan semakin berkembang dan bisa menjadi jawaban atas persoalan yang ada. Mungkin hal itulah yang sedang terjadi dalam diri Mad Jaiz. Orang kampung Mugiwaras mencoba untuk menerapkan segala ajaran-ajaran Tuhan yang ia yakini sebagai suatu kebenaran yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sekedar sebagai kebenaran belaka, namun lebih dari itu semua ajaran-ajaran agama yang ia yakini bisa ikut serta memecahkan persoalan hidupnya. Mad Jaiz selalu mendengarkan pengajian-pengajian dikampungnya Mugiwaras. Ada beberapa Majlis Ta’lim yang ada dikampungnya. Karena keterbatasan waktu dan tenaga hanya beberapa saja yang ia datangi Majlis Ta’limnya.  Malam itu Mad Jaiz mendatangi sebuah Musholla dikampungnya. Baru kali ini memang ia mendatangi Mushola tersebut. Menurut yang ia dengar dari beberapa tetangganya pengajian di Mushola tersebut sangat bagus entah itu karena Kyainya atau karena isi pengajiannya. Datanglah ia sendirian dengan memakai pakaian yang mlipis bin super mliwis karena sebelum berangkat bajunya itu ia seterika, meskipun dengan menggunakan seterika arang namun tidak kalah mlipisnya dengan seterika listrik yang digunakan oleh tetangganya. Ia kemudian duduk tidak jauh dari sang Kyai yang malam itu membicarakan tentang Tawar menawar harga ketika membeli menurut agama Islam. “ Islam mengajarkan dan telah memberikan ajaran yang jelas bahwa ketika membeli sesuatu haruslah ada hak bagi pembeli untuk memilih antara meneruskan atau membatalkan akad jual beli tersebut. Sehingga diantara pembeli dan penjual terdapat saling kerelaan antar satu sama lain “. Mad Jaiz mengangguk-anggukan kepalanya. Begitu ia sangat mencermatinya dan menghayatinya. Sekarang ia menjadi tahu bahwa sebenarnya adanya tawar menawar dalam jual beli itu supaya adanya kerelaan antara penjual dan pembeli sehingga barang yang dijual ataupun yang dibeli bisa diterima dalam keadaan saling kerelaan antar keduanya. Mad Jaiz pun semakin percaya, yakin, dan optimis bahwa apa yang ia lakukan selama ini sesuai dengan ajaran agama yang ia yakini. Tidak meleset sedikitpun. Beberapa hari kemudian kampung Mugiwaras yang jauh dari keramaian kota diramaikan dengan berita dari selebaran yang disebar-sebarkan dijalan-jalan hingga sampai depan rumahnya Mad Jaiz bahwa dikota telah berdiri Super Market Islami dengan ukuran yang sangat besar. Sebagai orang yang beragama mendengar kata “ Islami “ tentu sangat menggelitik hati dan pikiran Mad Jaiz untuk bisa mengunjunginya dan sekalian berbelanja disana.  Setelah melihat alamat Super Market Islami yang tertera di Selebaran kemarin, Mad Jaiz mengajak istrinya untuk berkunjung kesana. Namun karena istrinya akan mendatangi arisan ibu-ibu RT akhirnya Mad Jaiz pergi sendirian. Sebelum berangkat sang istri berpesan untuk minta dibelikan kerudung dan bedak-bedak perias wajah. Titipan sang istri dicatatnya dalam sebuah kertas kecil kosong. “ Pak jangan lupa belikan aku Kerudung warna krem lengkap dengan Parfumnya ya “. Mad Jaiz hanya mengiyakan saja. Karena ia tahu setiap kebutuhan seorang perempuan maka tidak akan lupa dengan Parfumnya. Namun ketika ia hendak melangkahkan kakinya sang istri yang sangat ia cintai memanggilnya kembali. Mad Jaiz pun memalingkan wajahnya memandang istri cantiknya. “ Ada apa bu memanggil saya lagi “. Dalam hati ia tahu kalau ada titipan yang lupa dari istrinya.  “ Ooo ya pak jangan lupa Sabun mandinya dan odolnya habis, sekalian dibelikan “. Berangkatlah Mad Jaiz dengan sepeda kumbangnya dengan bunyi derat-deritnya yang khas setiap kali ia menggenjot pedalnya.  	Sesampainya disana Mad Jaiz merasa kagum bin Takjub melihat bangunan yang tinggi dan sangat bagus. Berbeda dengan bangunan pasar yang ada didekat kampungnya yang biasa untuk berbelanja istrinya terlihat kotor dan kumuh. diparkirlah sepeda kumbangnya. Kali ini ia lebih kagum lagi dan terheran-heran karena begitu ia masuk Super Market itu ia merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya. Ia pun merasa kedinginan. 	“ Ternyata selebaran itu tidak bohong kalau Super Market ini adalah Super Market Islami “. Ucapnya didalam hati. Hal ini bisa dilihat karena semua pelayan yang ada di Super Market ini menggunakan Jilbab semua tidak ada yang terkecuali. Semakin mantaplah Mad Jaiz untuk berbelanja disini dengan berdasarkan melihat pada penampilan pelayan yang berjilbab. Ia pun segera beranjak menuju tempat bagian pakaian. Tertariklah ia dengan salah satu baju batik. Mad Jaiz pun menawar harga baju itu dengan serendah-rendahnya. Alangkah kagetnya ia ketika pelayan yang cantik menjawabnya kalau harga itu sudah pas tidak bisa ditawar lagi. Akhirnya dengan harapan untuk mengamalkan pengajian kemarin malam ia pun pergi kebagian Jilbab. Sang pelayanpun sudah menyanmbutnya dengan sebilah senyum. Kembali ia menawar harga Jilbab itu dan kembali ia harus mendengar jawaban yang sama. Ia pun memutuskan untuk pergi lagi  kebagian perlengkapan wanita. Dipilihnya salah satu parfum dengan merek luar negeri. Seperti yang tadi, Mad Jaiz pun menawar harga parfum itu. Dan untuk ketiga kalinya ia mendengar jawaban yang sama. 	“ Maaf pak harganya sudah pas tidak bisa ditawar-tawar lagi “. Kata pelayan cantik dengan pipinya yang berwarna merah sangat tebal. Mad Jaiz pun menghelai nafas dan juga menahan rasa jengkelnya karena tidak boleh ditawar. Akhirnya ia berpikir ulang antara membahagiakan istrinya dengan sebuah parfum dengan menahan jengkelnya. Diakhir pilihannya Mad Jaiz memilih untuk membeli parfum meskipun dengan berat hati karena menurutnya ini tidak sesuai dengan ajaran agama yang ia yakini. Tapi sisi lain ia ingin membahagiakan istrinya meskipun hanya dengan Parfum kecil. 	Mad Jaiz segera membayarnya dikasir. Kali ini ia semakin bertambah bingung karena saat ia menerima uang kembalian dari penjaga kasir Mad Jaiz menerima sebuah permen kecil rasa coklat. Karena merasa tidak membelinya iapun komplen kepada penjaganya. 	“ Maaf Mba saya merasa tidak membeli permen ini tapi mba malah memberikannya kepada saya”. Tanyanya heran. Sambil tersenyum manis penjaga itu menjawabnya. 	“ Bapak memang tidak membeli permen ini tapi karena dari kami tidak ada kembalian uang Lima Puluh Rupiah maka kami ganti dengan permen coklat ini pak “. Jawabnya. Karena merasa dipaksa maka ia terlihat marah dengan wajahnya yang merah padam.    “ Secara tidak langsung saya telah dipaksa untuk membeli permen coklat ini mba “. Katanya dengan nada agak tinggi.  “ Tapi Maaf pak dari kami tidak ada kembalian uang Lima Puluh Rupiahan “. Kata penjaga itu. Merasa orang-orang disekelilingnya menatap ke arahnya, Mad Jaizpun mengalah daripada harus malu didepan orang banyak hanya karana gara-gara permen coklat. Ia pun pergi keluar sambil berbicara sendiri memarahi atas kejadian itu. “ Katanya Super Market Islami tapi kok tidak boleh ada tawar menawar seperti ajaran yang ada dalam agama Islam. Ada paksaan lagi untuk membeli permen coklatnya. Lebih baik aku belanja di pasar sebelah kampung ku saja. Meskipun bangunannya jelek tapi disana aku bisa tawar menawar  dan aku bisa memperolah uang kembalian sesuai dengan harga yang ada. Kalau aku bisa menawar harga berarti aku bisa menghemat pengeluaranku setiap bulan “. Umpat Mad Jaiz sambil membawa tas keresek hitam berisi parfum milik istrinya. Meskipun pulang dengan amarahnya yang meletup-letup namun didalam hatinya ia masih menyimpan kebahagaiaan karena ia bisa membelikan titipan istrinya. sebuah parfum yang berguna untuk mempercantik wajahnya. Terbayang wajah istrinya yang terlihat cantik dengan bau badannya yang wangi karena memakai parfum yang ia beli. Mungkin malam nanti ia akan lebih tertarik untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=135&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/07/03/super-market-dan-sebuah-parfum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Bukan Mencotek</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 11:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/</guid>
		<description><![CDATA[oleh : A.Sawaluddin
berikut adalah sebuah tulisan dari Ahmad Sawaluddin, anggota Komunitas Matabaca al-Furqon.
berhubungan dengan kreatif adalah salah satunya seni. Tapi bukan berarti kebiasaan mencontek adalah seni.
Apabila diberikan kecempatan, mungkin lebih dari 85% murid-murid di sekolah akan berusaha untuk menyontek dengan berbagai macam cara. Baik guru SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun bergumul dengan masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=131&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>oleh : A.Sawaluddin</p>
<p style="text-align:left;">berikut adalah sebuah tulisan dari Ahmad Sawaluddin, anggota Komunitas Matabaca al-Furqon.</p>
<p style="text-align:left;">berhubungan dengan kreatif adalah salah satunya seni. Tapi bukan berarti kebiasaan mencontek adalah seni.<br />
Apabila diberikan kecempatan, mungkin lebih dari 85% murid-murid di sekolah akan berusaha untuk menyontek dengan berbagai macam cara. Baik guru SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun bergumul dengan masalah ini yang tampaknya semakin merajalela di kalangan pelajar kita.<span id="more-131"></span><br />
Sampai sekarang, baik cara hukuman maupun pencegahan yang telah diuji coba oleh guru-guru untuk menghilangkan kebiasaan mencontek belum sepenuhnya berhasil. Masalah itu ternyata berlangsung di mana-mana, dan juga diberbagai sekolah. Bukan hanya itu hal ini kerap terjadi di mana saja, kapan saja, siapa saja, tetapi bukan teh botol sosro.<br />
Apabila sedang ada ulangan, sebenarnya bapak atau ibu guru sudah engawasi siswa. Namun, ada beberapa siswa yang biasanya mengawasi bapak ibu guru.ya untuk apa@$%^&amp;*????? Ya jelas untuk mencontek. Nah! Hal ini bukan berarti untuk dimengerti tetapi kebiasaan mencontek ini harus bisa DIHILANGKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
Saya pun mengerti kalau memang ini sulit di hilangkan. Saya merasakan hal ini tentunya karena saya masih siswa. Tetapi apabila tidak dapat dihilangkan pada para siswa, hal ini mestinya bias dikurangi.<br />
Nah!!!!Mengerti kan????????</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=131&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/25/seni-bukan-mencotek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamar Mandi pasien dan di Musholla</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 09:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Minggu kemarin seorang teman saya tergeletak disebuah rumah sakit di Kebumen. Menurut Dokter yang memeriksanya teman saya itu terkena penyakit Hepatitis. Sebuah penyakit yang menyerang organ hati manusia. Setelah saya dikabari saya langsung berangkat untuk menjenguknya. Dengan menggunakan sepeda motor saya langsung tancap gas. Maklum saja saya merasa kaget dengan berita yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=130&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada hari Minggu kemarin seorang teman saya tergeletak disebuah rumah sakit di Kebumen. Menurut Dokter yang memeriksanya teman saya itu terkena penyakit Hepatitis. Sebuah penyakit yang menyerang organ hati manusia. Setelah saya dikabari saya langsung berangkat untuk menjenguknya. Dengan menggunakan sepeda motor saya langsung tancap gas. Maklum saja saya merasa kaget dengan berita yang saya terima. Karena beberapa hari sebelumnya saya masih bertemu dan bercanda bersama dengannya hingga larut malam. Bahkan sampai saya dan teman saya itu tidak kuat menahan rasa kantuk. Dan akhirnya kami berduapun tertidur. Kalau melihat seperti itu tidak ada tanda-tanda kalau ia memiliki penyakit<span id="more-130"></span>.<br />
	Sesampainya disana beberapa kawan-kawan dan saudara teman saya sudah berkumpul untuk sekedar menemani teman saya itu. Saya pun disambut oleh mereka seperti seorang tamu betulan padahal kami semua sudah saling mengenal. Namun cara mereka menyambut saya sungguh suatu kehormatan bagi saya. Segelas air putih dan makanan ringan tersodor dihadapan saya. Sembari menyalami mereka saya segera menemui teman saya yang sedang terbaring ditempat tidur. Karena melihat teman saya sedang tertidur pulas saya urungkan niat saya untuk menemuinya. Akhirnya saya kembali berbincang-bincang dengan teman-teman. Gelak canda tawapun mulai terdengar mengiringi obrolan ngalor ngidul yang memang terkadang hanya sebuah guyonan belaka.orang-orang disekitar kami melihat kearah kami yang mulai agak tidak terkendali dengan bahan-bahan pembicaraan kami.<br />
	Karena sangking tertawanya saya pun merasa untuk buang air kecil. “ Dimana letak kamar mandinya”. Tanya saya kepada seorang kawan didekat saya. Ia menyarankan untuk kemushola.<br />
	“ Maaf, maksud saya bukan di Musholla tapi di kamar mandinya”. Ralat nya.<br />
	“ Siapa yang akan buang hajat di Musholla kalau bisa-bisa diserang oleh FPI jika ketahuan saya buang air kecil di Musholla he.he..he…!”. jawab saya .<br />
	Kemudian saya bergegas pergi ke musholla. Maksud saya ke kamar mandi. Dari luar keadaannya Sangat bersih dan baunya juga tidak menyengat. Nampaknya tidak terlalu lama untuk menunggunya, saya pun langsung buang hajat. Dengan kondisi kamar mandi yang bersih dan baunya juga harum tidak heran jika saya betul-betul bisa menikmatinya. Setelah selesai saya langsung kembali ketempat semula, berbincang-bincang dengan teman-teman. Baru saja saya duduk seorang kawan bertanya kepada saya.<br />
	“ Bagaimana dengan buang hajatnya disana enakkan?”. Tanya kawan saya kepada saya. Mendengar pertanyaan itu saya merasa kaget. Karena dari mulai kecil hingga saya besar yang namanya buang air kecil itu ya seperti itu. Rasanya tetap lega karena menahan beban dari dalam. Plong. Kemudian saya balik Tanya kepadanya.<br />
	“ Lho memangnya kenapa dengan kamar mandinya?”. Tanya saya.<br />
	“ Soalnya kamar mandi yang digunakan untuk pasien kamar kelas ekonomi itu kotor semua. Jorok semua. Bahkan ada yang sampai kotorannya itu belum dibersihkan segala. Ada juga darah yang tercecer dipintu WC yang belum dibersihkan. Itu yang aku lihat pagi tadi. Hanya di Musholla saja yang terlihat bersih dan tidak kotor”. Jawab nya panjang lebar. Mendengar jawaban itu saya agak heran. Soalnya kamar mandi yang khusus untuk pasien kok malah kotor. Seharusnya jauh lebih bersih karena digunakan untuk orang yang sakit yang sedang butuh kenyamanan. Saya pun segera balik Tanya kepada teman saya itu.<br />
	“ Kamu tahu kenapa Kamar Mandi di Musholla itu jauh lebih bersih dari pada yang digunakan untuk pasien “. Tanya saya dengan setengah tersenyum. Kawan saya langsung geleng-geleng kepala.<br />
	“ Karena pola pikir orang-orang kita itu lebih mementingkan kamar Mandi tempat Ibadah ( Musholla ) sebagai sebuah tempat yang suci daripada yang bukan tempat ibadah yang menurut mereka kurang bernilai sisi ibadahnya. Ya kan?”. Kawan saya langsung manggut-manggut.seolah-olah membetulkan jawaban saya. Walaupun saya juga tidak tahu apakah jawaban saya itu benar atau tidak.<br />
	“ Kalau kita perhatikan, agama kita itu mengajarkan bahwa dimana-dimana itu ibadah. Demikian juga membersihkan kamar mandi untuk pasien itu ibadah jauh lebih besar pahalanya daripada di Musholla. Ya Tohhh?’  Kami pun langsung terdiam karena teman saya yang sakit memanggil saudaranya untuk minta diambilkan air minum. Annadlofatu Minal Iman.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=130&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/05/14/kamar-mandi-pasien-dan-di-musholla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pulang Kampung</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/</guid>
		<description><![CDATA[Beberap hari yang lalu seorang warga desa Kembaran mudik kekampung halaman. Sebut saja namanya samsuri. Ia merantau ke Jakarta sekitar Lima tahun yang lalu. Dengan bermodalkan sebuah ijazah SMK, Samsuri bisa di terima disebuah Perusahaan yang berada di daerah Bekasi. Dua tahun sudah Samsuri bekerja di Bekasi selama itu ia pulang hanya setahun sekali ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=129&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberap hari yang lalu seorang warga desa Kembaran mudik kekampung halaman. Sebut saja namanya samsuri. Ia merantau ke Jakarta sekitar Lima tahun yang lalu. Dengan bermodalkan sebuah ijazah SMK, Samsuri bisa di terima disebuah Perusahaan yang berada di daerah Bekasi.<span id="more-129"></span> Dua tahun sudah Samsuri bekerja di Bekasi selama itu ia pulang hanya setahun sekali ketika libur hari raya. Nyaris Samsuri tidak pernah merasakan bagaimana perkembangan kampung halamannya.  Kalaupun pulang pada saat libur hari raya Samsuri tidak sepenuhnya bisa merasakan betul denyut nadi desanya. Maklum saja setiap kali ia pulang, samsuri hanya punya waktu sebentar untuk bisa kumpul bersama keluarga.  Ketika ia kembali ke Jakarta rasa kangennya kambuh lagi. Meskipun ia bisa menelepon lewat HP yang ia miliki namun menurutnya belum bisa mengobati rasa kangennya yang suatu saat bisa meletup-letup sendiri dan terkadang bisa meledak. Menurut Samsuri ia membutuhkan lebih dari sekedar suara keluarga. Samsuri rindu dengan  wajah  Desa tempat ia dulu pernah bermain bersama teman-temannya.  Hingga suatu saat ( seperti yang ia ceritakan ) Samsuri diajak kewarnet oleh teman satu kontrakannya. Kemudian Samsuri meminta kepada temannya untuk membuka dengan kata kunci “Kembaran “ nama kampung halamannya. Setelah ditunggu-tunggu tidak lama kemudian muncul pada layar monitor beberapa kata yang ia cari. Kedua matanya tertuju pada kata alfurqon dan langsung ia klik kata itu. Betapa tercengangnya saat ia tahu bahwa kata “alfurqon “ yang baru saja ia klik ternyata berisikan tentang desanya dan beberapa kegiatan yang ada didalamnya. Pada saat ia mudik kemarin ia bertemu dengan penulis dan mengucapkan banyak terimakasih kepada alfurqononline yang sudah mampu menghilangkan rasa kangennya kepada kampung halamannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=129&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/02/02/pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar bersabar dengan anak-anak</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa jauhkah kesabaran kita dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini. Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam hati kecil kita. Ditengah keadaan yang serba moderen ini dituntut untuk cepat dan tepat sasaran. Keinginan untuk cepat tercapai adalah naluri manusia yang terbungkus dalam sebuah nafsu. Tanpa adanya nafsu maka bisa dikatakan manusia itu telah “ Mati “. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=125&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Seberapa jauhkah kesabaran kita dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini. Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam hati kecil kita. Ditengah keadaan yang serba moderen ini dituntut untuk cepat dan tepat sasaran. Keinginan untuk cepat tercapai adalah naluri manusia yang terbungkus dalam sebuah nafsu. Tanpa adanya nafsu maka bisa dikatakan manusia itu telah “ Mati “. Namun adanya nafsu baik ( Mutmainnah ) yang mendorong untuk tercapainya suatu keinginan haruslah dibarengi dengan adanya kesabaran sehingga tujuan yang kita inginkan benar-benar maksimal. Sebesar apapun keinginan yang ada dalam hati bahkan hingga hati kita meledak adalah suatu impian yang sia-sia jika tidak ada kesabaran dalam hati kita.<span id="more-125"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Mata Baca Al-Furqon dengan melibatkan anak-anak ternyata telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami dalam menemani mereka belajar. Sebuah cita-cita yang kami harapkan kepada mereka ( anak-anak ) kelak adalah suatu penantian yang sangat panjang dan mereka telah mengajarkan jika sabar adalah kunci utama jika kami memberikan harapan dan sebuah cita-cita yang besar kepada generasi kami selanjutnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Setiap malam Komunitas ini selalu dipenuhi dengan suara-suara, teriakan mereka ( anak-anak ) yang kadang membuat kami marah. Peringatan yang sering kami sampaikan dengan sepenuh hati akan hilang pada malam berikutnya. Mungkin ini yang dinamakan dengan dunia anak-anak. Itu yang terkadang kita lupakan tidak mau menengok ke masa kecil kita sebagi cermin pada masa sekarang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Asih yang senang tertawa, Davi dengan suaranya yang lantang dan keras, Lala yang pendiam, Yuni yang pemalu adalah bagian dari sebuah komunitas yang sedang kita bangun menuju pada sebuah perubahan yang lebih baik. Tidak lupa dengan Putri dan Desi kakak beradik yang tomboi adalah sebagai sebuah  jawaban jika kita ingin belajar bersabar salah satunya adalah menemani anak-anak belajar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kita akan menjadi tahu dimana saatnya kita harus bersabar kapan kita melarang mereka atau bahkan memarahi mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada-ada saja mereka yang selalu godain Via karena plegak-pleguk dalam membaca Al-Qur’an hingga marah, bukanlah suatu keadaan yang tidak bisa menciptkan suasana bahagia. Namun dari situlah kepolosan mereka keluar dalam bentuk yang sesungguhnya yang akhirnya mereka berbaikan kembali sembari menggandengkan jari kelingking mereka. kelak anak-anak seperti merekalah yang akan menggantikan tongkat estafet kita sekarang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Meskipun berada dalam keadaan pas-pasan namun semangat anak-anak ini untuk belajar mengaji dan bermain bersama membara didalam hati mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=125&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/26/belajar-bersabar-dengan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ini Ngomongin Taqwa?</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 12:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=121&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Siapa sih yang tidak pernah mendengarkan ajakan untuk bertaqwa. Dalam setiap khotbah sang Imam tidak henti-hentinya selalu mengajak kepada seluruh jamaah jum’at untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajakan itu akan selalu kita dengar ketika khutbah sebelum sholat jum’at. Karena ajakan untuk bertaqwa merupakan salah satu rukun khutbah yang harus diucapkan oleh sang Imam. Dan yang pasti kata-kata bertaqwa yang sering ducapkan oleh imam adalah “ Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa”.<span id="more-121"></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Ataupun disetiap pengajian baik itu tingkat kecil ( Desa ) hingga tingkatan yang lebih besar ( Negara ) bahkan setiap upacarapun kita dianjurkan untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kata Taqwa memang sudah menjadi ajakan yang wajib bagi seorang imam, kyai, pejabat, presiden ikut-ikutan ngomong tentang ajakan untuk bertaqwa. Bahkan anak-anak kecilpun juga ikut diajarkan berbicara tentang ajakan tersebut. Bagaimana seorang da’i kecil begitu fasih menyampaikan kepada pemirsa untuk selalu bertaqwa kepada yang diatas. Dengan gayanya yang khas mengikuti salah satu da’I kondang anak tersebut benar-benar memukau penonton.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa sering kali diartikan hanya sebatas peningkatan diri untuk selalu menjalankan segala perintanhNYa dan menjauhi segala larangannya. Namun pengertian Taqwa ini kerap kali diartikan sebatas menjalankan ibadah Mahdloh belaka atau ibadah Murni seperti sholat, puasa, zakat dan Haji. Kemudian meninggalkan laranganNYa diartikan meninggalkan segala apa yang tidak diperbolehkan oleh Tuhan. Ketaqwaan kepada Tuhan belum banyak diartikan sebagai Manusia makhluk sosial. Yaitu kholifah dimuka bumi yang dengan akal dan pikirannya manusia mampu menciptkan aturan-aturan ataupun hukum sebagai batasan-batasan norma bermasyarakat.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa bukan hanya melaksanakan ibadah Makhdloh ( murni ) belaka namun sebetulnya masih banyak yang harus dijalankan oleh umat Islam dalam menjaga Islam sebagai agama yang  rohmatan lila’lamin. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai kholifah ( pemimpin ) dimuka bumi. Dengan diangkatnya manusia sebagai pemimpin maka dialah yang membuat dan menentukan aturan-aturan yang berlaku dan sesuai dengan kondisi yang ada disuatu masyarakat dengan pertimbangan hukum-hukum Tuhan. Sehingga dengan adanya aturan yang diciptakan oleh manusia di bumi semakin menambah diakuinya manusia yang memiliki keinginan untuk hidup damai tanpa adanya tindakan yang merugikan satu sama lain. Hukum yang dibuat oleh manusia bertujuan untuk menciptakan rasa tentram, hidup rukun antar sesama. Taqwa adalah menghormati, menghargai kepada sesama tanpa memandang suku, agama ras.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Taqwa itu memberikan pendidikan yang murah sehingga sehingga warga yang miskin bisa ikut merasakan kenikmatan dalam sebuah proses belajar bersama. Taqwa itu tidak berlebih-lebihan dalam menumpuk harta karena masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Taqwa itu pemerataan harta kekayaan Negara untuk semua masyarakat , bukan untuk daerah pusat ataupun untuk orang-orang tertentu yang memiliki kekuasaan. Taqwa itu meningkatkan kesejahteraan umat dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sehingga rakyat benar-benar merasakan hasil dari mereka membayar pajak.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Namun pada kenyataan yang terjadi kekuatan hukum yang diciptkan oleh manusia sebagai penjelmaan dari Hukum Tuhan   tidak sepenuhnya dimaknai sebagai bentuk ketaqawaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap rakyat Miskin, semakin banyaknya orang-orang Miskin karena dibuat oleh sebuah sistem adalah beberapa contoh bahwa Umat Islam ( baca : Indonesia ) belum memaknai bahwa sebuah kebijakan ataupun undang-undang yang dibuat merupakan manifestasi dari Hukum Tuhan. Masih banyaknya umat Islam yang tidak patuh dengan aturan yang berlaku adalah sebuah kemunduran sebagai bangsa yang mengakui akan keberadaan Tuhan.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Dijalanan masih sering kita lihat bagaimana pengendara sepeda motor dengan melaju sepeda motornya dengan kencang tanpa memperdulikan warna merah bangjo sebagai tanda berhenti. Atau seorang kyai yang sudah tidak memperdulikan umatnya karena tersibukan agenda politik adalah sebuah cermin jika umat Islam di negeri yang mengakui ketuhanan ini tidak lagi mengakui ketaqwaan sebagai sebuah sikap yang perduli terhadap sesama. Taqwa itu bukan hanya urusan dengan Tuhan semata tapi juga urusan dengan semua  makhluk yang ada dimuka bumi ini.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Premium memang sudah diturunkan, tapi bahan pokok masih tetap saja mahal. Bagaimana jika aturan ini diberlakukan karena semakin dekatnya agenda politik menuju kursi kekuasaan. Taqwa adalah membuat kebijakan tanpa memlihat sebuah situasi yang menguntungkan bagi diri sendiri. Tuhanpun tidak menyukai terhadap orang-orang yang menumpuk-numpuk harta ataupun membuat aturan yang menguntungkan diri sendiri. Karena hal itu bertentangan dengan agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=121&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2009/01/22/hari-ini-ngomongin-taqwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru dan Obrolan Budaya</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/30/tahun-baru-dan-obrolan-budaya/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/30/tahun-baru-dan-obrolan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 07:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[
Memperingati Tahun baru Hijriyah dan menyambut Tahun baru Masehi Komunitas Mata Baca Alfurqon mengadakan sebuah acara refleksi Budaya. Acara dengan obrolan tentang budaya sebagai cipta karsa manusia. Budaya yang membentuk manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Acara ini di adakan malam hari tanggal 28 Desember 2008 bertempat di sekretariat Komunitas Mata Baca Al-Furqon ( KMBA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=111&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="img_05301" src="http://alfurqononline.files.wordpress.com/2008/12/img_05301.jpg?w=225&#038;h=300" alt="img_05301" width="225" height="300" /></p>
<p>Memperingati Tahun baru Hijriyah dan menyambut Tahun baru Masehi Komunitas Mata Baca Alfurqon mengadakan sebuah acara refleksi Budaya. Acara dengan obrolan tentang budaya sebagai cipta karsa manusia. Budaya yang membentuk manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Acara ini di adakan malam hari tanggal 28 Desember 2008 bertempat di sekretariat Komunitas Mata Baca Al-Furqon ( KMBA ) yaitu di Musholla al-furqon dihadiri oleh beberapa kalangan. Baik dari para seniman, budayawan, aktifis muda dan juga dari berbagai pemerhati budaya. <span id="more-111"></span><br />
Dari sekitar Tiga puluh undangan yang disebar, beberapa diantara mereka ada yang tidak bisa hadir di karenakan memiliki kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Meskipun seperti itu, acara obrolan budaya ini bisa dikatakan meriah. Sebelum acara obrolan budaya dimulai, Ketua panitia Rimba Palangka membacakan karya puisinya sebagai bentuk pertanggung jawabannya dan juga sebagai ucapan terimakasihnya kepada para tamu yang sudah berkenan memenuhi undangan. Selain Rimba Palangka, ada juga bapak Slamet Eser dan Sahid dari Teater Gerak yang ikut membacakan beberapa karya puisinya. Tidak ketinggalan pula penyair wanita dari Jogja yang kebetulan mampir mengikuti acara ini ikut juga membacakan puisinya. Dengan ditemani kacang godok dan beberapa piring lanting ( Makanan Khas Kebumen ) obrolan budaya pada malam itu menciptakan aliran yang deras dengan munculnya gagasan-gagasan baru yang tersaji dari para tamu yang hadir.<br />
Acara obrolan ini diadakan untuk menggiatkan kembali budaya obrolan di kota Kebumen. Bukan hanya sebuah obrolan biasa namun sebuah obrolan tentang persoalan kebudayaan yang berkembang khususnya di wilayah Kebumen dalam konteks budaya manusia sebagai makhluk yang memiliki cipta karsa yang tinggi dibandingkan dengan makhluk yang lain. Kerap kali perubahan zaman yang semakin tidak menentu ini menjadikan manusia lupa akan anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa. Salah satunya adalah diberikannya sebuah mulut. Tradisi obrolan ataupun diskusi tentang sesuatu hal yang lebih bermakna semakin luntur. “Acara-acara seperti obrolan budaya inilah yang sedang dicoba di kembangkan oleh Komunitas Mata Baca Al-Furqon”. Tambah  Rimba.<br />
Sering kali kegiatan obrolan hanyalah sebuah pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa orang yang disitu tidak lebih bualan-bualan belaka tanpa memiliki makna dan tujuan yang berarti. Namun sebuah obrolan akan lebih menarik jika tema yang diangkat mempunyai tujuan kearah sebuah perubahan. Dan tentunya adalah perubahan kearah yang lebih baik. Baik itu dalam bidang Seni, Politik, social, Agama ataupun yang lainnya adalah salah satu jalan untuk mengadakan perubahan.<br />
Obrolan budaya yang diselenggarakan oleh KMBA ini juga menjadi sebuah ajang rindu terhadap budaya obrolan, diskusi atau dengan nama apapun yang bisa dijadikan sebagai tempat memunculkan gagasan-gagasan baru. Begitu yang dirasakan oleh beberapa yang hadir. Menurut mereka Budaya diskusi atau obrolan belum menjadi suatu trend dikalangan masyarakat Kebumen. Mereka lebih suka membentuk komunitas Hoby anak muda era sekarang. Padahal kalau diamati lebih dalam bahwa persoalan-persoalan rumit akan bisa terpecahkan jika di obrolkan, di diskusikan, dimusyawarahkan atau  di apapun secara bersama sama.<br />
Beberapa keluhan juga sempat dilontarkan dalam obrolan tersebut. Semisal tentang kegelisahan para seniman yang selama ini berkarya tidak merasa puas dengan penghargaan apresiasi yang diberikan oleh masyarakat Kebumen atau juga oleh pemerintah. Kurangnya penghargaan terhadap hasil karya orang lain dalam segala bidang merupakan sebagai perwujudan dari perubahan budaya masyarakat kebumen. Mereka akan lebih bangga dengan budaya meniru-niru dengan budaya yang sudah ada. Padahal kalau digali lebih dalam bahwa masyarakat Kebumen memiliki kearifan lokal yang sangat tinggi. Namun tanpa disadari dengan semakin berkembangnya zaman dan budaya yang juga ikut berkembang mau tidak mau budaya yang seharusnya dijadikan sebagai cirri khas suatu masyarakat lambat laun semakin hilang.<br />
Beberapa undangan yang hadir juga ikut mengatakan bahwa kebudayaan adalah jalan untuk mengadakan perlawanan terhadap budaya yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat itu sendiri. Atau bisa dikatakan bahwa budaya untuk perubahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=111&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/30/tahun-baru-dan-obrolan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfurqononline.files.wordpress.com/2008/12/img_05301.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">img_05301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sajak-sajak Rimba palangka</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/17/sajak-sajak-rimba-palangka/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/17/sajak-sajak-rimba-palangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 04:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Merindui kota
Sepenggal kisah pernah kugoreskan untuk kota ini
Dengan goresan anak-anak jalanan yang tinggal
Di balik gedung bioskop tua
Aku lemparkan sekeranjang janji jika kelak aku akan kembali
Wajah-wajah dekil itu membalas dengan senyum merekah
Dari bibir-bibir sunyi yang kering belaian besi-besi tua
Sebagaimana anak-anak yang lain ceria akan baju baru
Yang dibelikan ayahnya.  
Kini aku kembali kawan
Tapi tak jua kutemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=108&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Merindui kota</strong><br />
Sepenggal kisah pernah kugoreskan untuk kota ini<br />
Dengan goresan anak-anak jalanan yang tinggal<br />
Di balik gedung bioskop tua<br />
Aku lemparkan sekeranjang janji jika kelak aku akan kembali<br />
Wajah-wajah dekil itu membalas dengan senyum merekah<br />
Dari bibir-bibir sunyi yang kering belaian besi-besi tua<br />
Sebagaimana anak-anak yang lain ceria akan baju baru<br />
Yang dibelikan ayahnya.  <span id="more-108"></span><br />
Kini aku kembali kawan<br />
Tapi tak jua kutemukan dirimu di tempat dahulu<br />
Kita pernah memungut nasib dari kertas-kertas<br />
Yang di buang tanpa batas<br />
Dimana dirimu kawan aku rindu kau<br />
Senyum yang kau berikan kepadaku<br />
Masih kusimpan dengan baik.<br />
Karena hanya itu yang bisa untuk mengenang dirimu<br />
Jika waktu kembali mempertemukan kita<br />
Aku akan mengajakmu memungut<br />
Serpihan kaca-kaca rindu yang tercecer dikota ini.</p>
<p><strong>Kebumen, 2008</strong></p>
<p><strong>Ada yang hilang dari kota  ini </strong><br />
Bak badai sunami yang meluluhlantahkan pinggiran pantai<br />
Kota tempat aku dilahirkan telah kehilangan kata-kata<br />
Mulut-mulut terkunci rapat<br />
Hanya menguapkan kata yang tak pernah bemakna<br />
Mal-mal itu telah memampatnya dengan cerita-cerita<br />
Yang menggiurkan bagi para penghuni kota ini<br />
Wajah-wajah para pedagang tinggal tulang belulang<br />
Lalu dimana kata-kata itu<br />
Kata-kata yang pernah menghidupkan para penyair kota ini<br />
Menghidupkan para pejuang rakyat-rakyat kecil<br />
Melambungkan para wali dengan segala azimatnya<br />
Bukankah kota ini menyimpan seribu kisah cerita<br />
Hingga orang yang mendengarnya pun tak mampu lagi berucap<br />
Ataukah kata-kata dikota ini telah tergantikan oleh kursi-kursi<br />
Yang berderet rapi di gedung-gedung mewah<br />
Hingga ia lupa kawan !<br />
siapa yang telah membuat kursi itu<br />
Ataukah kota ini telah menutup diri bagi para penyair<br />
Yang tak henti-hentinya menyenandungkan puisi-puisi sufistiknya<br />
Anak-anak pun tak bisa lagi mendengarkan nyanyian nina bobonya<br />
Dari mulut ibunya karena telah tergantikan dengan nyanyian masa kini<br />
Kata-kata itu tak lagi terucap karena terkunci dari bilik aturan<br />
Yang tidak berpihak<br />
<strong>Kebumen, 2008</strong><br />
<strong>Bintang Terang</strong><br />
Dari arah barat pada langitmu satu bintang bercahaya<br />
Dengan terang benderang<br />
Matahatiku mengisyaratkan adalah rindu<br />
Yang pernah ditanamkan untuk kota kecil ini<br />
Sepanjang jalan-jalan di pinggir kota</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:left;">Genteng-genteng berderet rapi menunggu</p>
<p>Para pejalan kaki yang lewat<br />
Bagai pengemis-pengemis tua yang tak heni-hentinya<br />
Melantunkan lagu nasib perjuangan hidup<br />
Sembari mengulurkan tangan-tangan sepinya<br />
Dari arah barat pada bintang kecil yang terang benderang<br />
Kau menurunkan segala misteri jejak-jejak kecil<br />
menelusup  lewat celah-celah malam<br />
Melewati bukhul-bukhul para penyihir<br />
Dengan mantra ajaibnya.<br />
<strong>Kebumen, 2008</strong><br />
<strong>Dari Mata Ibu</strong><br />
Telah mengisyaratkan beribu-ribu lembar kisah<br />
Tentang air mata yang tak henti-hentinya<br />
Menenggelamkanku dalam memotret perjalanan panjang<br />
Pada lorong-lorong sepi di kota tua ini<br />
Lalu membawaku dalam kerinduan kekosongan<br />
Yang tak pernah terlintas dalam benakku.<br />
Dari mata ibu mengalirkan Sembilan puluh Sembilan<br />
Cinta kasih, dengan lirik-lirik yang selalu kau<br />
Wiridkan dalam setiap langkahmu<br />
Mengalirkan sejarah panjang bak sungai Nil<br />
Yang tak pernah habis memberi kehidupan pada<br />
Seribu umat manusia di pinggirnya<br />
Sayup –sayup terdengar gemerincing lonceng<br />
Malaikat jibril mengepakan sayapnya dari balik rahim<br />
Para ibu<strong></strong><br />
<strong>Kebumen 2008</strong><br />
<strong>Rimba palangka</strong> dilahirkan di Kebumen 1982, beberapa karyanya pernah dimuat di Majalah Bakti, Majalah Advokasia, antologi Jalalah (2001 ) dan beberapa media lokal. Saat ini aktif di Komunitas Mata Baca Alfurqon di kotanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=108&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/12/17/sajak-sajak-rimba-palangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dapur ngepul di Musholla?</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/11/28/belajar-dapur-ngepul-di-musholla/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/11/28/belajar-dapur-ngepul-di-musholla/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 02:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Hujan kembali mengguyur dengan derasnya&#8230;padahal undangan telah kami buat. Rasa cemas pun kembali menyeruak dalam pikiran saya. Undangan telah kami sebar.&#8221; Jangan-jangan mereka tidak datang&#8221;. Kata saya kepada Mba Iin seorang ibu muda yang suka berorganisasi.  Wajah  Mba Iin pun terlihat cemas. Kegiatan yang telah kami rancang sedemikian rupa semoga tetap berjalan sebagaimana dengan rencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=104&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Hujan kembali mengguyur dengan derasnya&#8230;padahal undangan telah kami buat. Rasa cemas pun kembali menyeruak dalam pikiran saya. Undangan telah kami sebar.&#8221; Jangan-jangan mereka tidak datang&#8221;. Kata saya kepada Mba Iin seorang ibu muda yang suka berorganisasi.  Wajah  Mba Iin pun terlihat cemas. Kegiatan yang telah kami rancang sedemikian rupa semoga tetap berjalan sebagaimana dengan rencana sebelumnya. Maklum saja kegiatan yang masih sangat jarang terjadi Di desa kami dengan budaya masyarakat kota. Sebuah kegiatan dengan diskusi membahas masalah perempuan (Ibu-Ibu ) &#8211; Masalah Dapur, mengurusi anak, pergaualan anak remaja, reproduksi perempuan &#8211; tentulah sangat minim untuk ditranggapi dengan masyarakat yang masih kurang pengetahuan dan sudah terkontaminasi dengan budaya kota.<span id="more-104"></span></p>
<p style="text-align:left;">Tidak lama kemudian seorang ibu mengetuk pintu rumah mba Iin. &#8221; Eh mba Juh toh saya kirain siapa? &#8220;. Sapa Mba Iin dengan wajah bahagia. segera kami meluncur ke Musholla alfurqon. dan ternyata disana sudah datang ibu-ibu yang kami undang. walaupun diluar masih hujan mereka tetap bersemangat mengikuti diskusi ini. Dengan dipandu oleh mba Iin diskusipun berjalan. Beberapa pertanyaan pun muncul dari para peserta diskusi. banyak dari mereka yang kurang mengetahui dengan solusi permasalahan rumah tangga. Contoh saja bagaimana menndidik anak-anak mereka ditengah kondiisi yang sudah sanagt moderen. Banyak mereka mengeluhkan dengan pergaulan remaja sekarang. Padahall mereka memiliki anak-anak perempuan remaja yang terkadang kurang tahu dengan dampak pergaulan bebas.</p>
<p style="text-align:left;">Diskusipun meluncur pada persoalan Haidl pertama kali bagi seorang anak perempuan. Banyak dari peserta juga belum banyak mengetahui tentang masalah haidl baik itu dari segi Kesehatan,  Psikologis ( Kejiwaan ), dan juga dari segi agama. Semisal dari segi kesehatan bagaimana pengaruh pembalut terhadap alat reproduksi perempuan. Adakah pembalut memberikan rasa aman atau bisa menjadikan penyakit bagi perempuan tersebut. Dari segi agama anak haruslah diberitahu tentang hukum-hukum yang tidak diperbolehkan ketika sedang haidl dan apa yang harus dilakukannya.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam suasana santai namun tetap pada porsinya, diskusi itupun menjadi ramai dengan kembalinya beberapa pertanyaan dari peserta. &#8221; Bagaimana ya mba, caranya mengajak anak supaya tidak kebanyakan nonton sinetron. Saya takut kalau mereka terpengaruh&#8221;. begitulah beberapa diskusi ibu-ibu rumah tangga yang menginginkan pengetahuan baru ditangah kondisi yang sudah carut marut dengan pergaulan yang bebas. bagaimana dengan anda ingin rembug? silahkan &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;saya tunggu masukan anda. Masukan saran anda akan sangat bermanfaat bagi kami yang sedang belajar..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=104&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/11/28/belajar-dapur-ngepul-di-musholla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berakhirnya bulan Romadlon</title>
		<link>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/09/27/berakhirnya-bulan-romadlon/</link>
		<comments>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/09/27/berakhirnya-bulan-romadlon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 19:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfurqononline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfurqononline.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Saat tulisan ini dibuat adalah saat dimana Tiga hari lagi Bulan Romadlon akan berakhir. Bulan yang penuh dengan ampunan, bulan yang sarat dengan kelimpahan Rahmat, ampunan dan dilipatkannya segala amal perbuatan baik akan segera meninggalkan kita semua. Romadlon adalah bulan dimana saat al-Qur&#8217;an diturunkan saat dimana saat satu malam melebihi dari seribu bulan. Bagi orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=102&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Saat tulisan ini dibuat adalah saat dimana Tiga hari lagi Bulan Romadlon akan berakhir. Bulan yang penuh dengan ampunan, bulan yang sarat dengan kelimpahan Rahmat, ampunan dan dilipatkannya segala amal perbuatan baik akan segera meninggalkan kita semua. Romadlon adalah bulan dimana saat al-Qur&#8217;an diturunkan saat dimana saat satu malam melebihi dari seribu bulan. Bagi orang yang beriman dan berada dalam kadar ketaqwaan yang tinggi maka berakhirnya bulan Romadlon seperti ditinggalkan oleh seorang kekasih yang sangat dicintai. Seorang hamba yang sangat mencintai kekasihnya yang hendak pergi dan hamba tersebut berada dalam kebimbangan apakah ia bisa bertemu lagi dengan kekasih yang sangat dicintainya. Dalam pikiran hamba tersebut ia memohon kepada Tuhan untuk diberikan umur panjang supaya ia bisa merasakan, bertemu kembali dengan bulan Romadlon di tahun depan.Romadlon bulan penuh berkah. Bulan dimana orang-orang mendapatkan keberkahan tanpa memandang apakah itu umat Islam ataupun non muslim. semuanya telah merasakan bagaimana nikmatnya ketika bulan Romadlon itu datang. <span id="more-102"></span></p>
<p>saat dimana umat Islam beduyun-duyun pergi kemasjid, Musholla, Langgar guna menunaikan sholat Tarawih. saat-saat dimana kebersamaan seperti ini jarang bahkan tidak ada dalam bulan yang lain. suara bedug yang selalu bertalu-talu sehabis sholat Tarawih tidak akan terdengar lagi setelah Romadlon berakhir. Masjid, Mushola akan kembali berada dalam nuansa keheningan. selamat jalan Bulan Romadlon semoga di tahu yang akan datang kami masih bisa bertemu lagi denganmu.</p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfurqononline.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfurqononline.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfurqononline.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfurqononline.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfurqononline.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfurqononline.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfurqononline.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfurqononline.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfurqononline.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfurqononline.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfurqononline.wordpress.com&blog=699443&post=102&subd=alfurqononline&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfurqononline.wordpress.com/2008/09/27/berakhirnya-bulan-romadlon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28ff5fe9a0c73ae9e18235ab90aba57?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfurqononline</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>