Sekali lagi para pengunjung yang budiman, anda akan kami bawa untuk sekedar menikmati karya-karya puisi santri-santri desa dari Suro Al Furqon. Tiga Puisi di halaman berikut semoga memberikan pesan-pesan moril yang penuh hikmah. selamat larut dalam dialektika puisi-puisi tersebut.
Cucuku
Karya : Yati
Manis dan lucu
2,5 tahun umurnya
Kalau tertawa renyah, tetapi
Kalau nangis melengking suaranya
Masih kecil, genit juga
Sesudah dimandikan memilih baju sendiri
Mau menyisir rambut sendiri
Biarpun awut-awutan hasilnya
Lalu memakai bedak
Hasilnya seperti nini towok
Kalau mendengar musik, gamelan
Seluruh tubuhnya bergerak
Bintang
Karya : Elok Faikoh
Kutatap bintang……
Penuh perasaan
Oh…senangnya menatap bintang
Yang berkelap-kelip
Oh…..bintang
Engkalah bintang sejatiku
Disaat aku sedih…..
Disaat aku senang….
Aku selalu menatapmu
Bintang bawalah aku terbang
Aku ingin selalu didekatmu
Dan biarkan aku selalu bersamamu
Untuk selama-lamanya
Temanku Yati
Oleh : Madinah P. Saptono
Oh….temanku
Mengapa kau selalu bersama ”orang lain!
”aku selalu menyendiri
Mungkin aku ada salah
Padamu…!
Maafkan ”aku”
Kaulah teman sejatiku
Kalau diriku berpisah denganmu
Aku takan pernah melupakanmu
Sekali lagi aku minta maaf









0 Responses to “Puisi-Puisi Santri Al Furqon Terbaru”